MATARAM – Usai memberikan pengarahan di Aula Bung Hatta lantai 2, Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB, Wiriawan Ahmad, langsung menggelar rapat internal di ruang rapat kepala dinas, Senin (12/01/2026). Rapat tersebut diikuti oleh jajaran pejabat eselon III, pejabat struktural, widyaiswara, serta staf bagian program yang menangani dokumen perencanaan strategis, yakni Renstra, Renja, dan RPJMD Diskop UKM NTB.
Rapat juga membahas program dan kegiatan yang difokuskan pada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta optimalisasi PLUT KUKM NTB sebagai lembaga inkubasi KUMKM.
Sebelumnya, melalui pesan WhatsApp, Wiriawan Ahmad telah meminta Sekretaris, para kepala bidang, dan kepala UPT untuk menyiapkan bahan dan informasi terkait program yang telah berjalan maupun yang perlu segera dipercepat. Hal tersebut dilakukan agar pimpinan mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan capaian organisasi.
“Atensi awal saya fokuskan pada akselerasi implementasi KDKMP dan optimalisasi PLUT sebagai lembaga inkubasi,” ujar Wiriawan Ahmad.
Rapat diawali dengan paparan dari bagian program yang menjelaskan dokumen Renstra, Renja, dan RPJMD Diskop UKM NTB. Selanjutnya, masing-masing bidang memaparkan program sesuai dengan tugas dan fungsi mereka.
Dalam arahannya, Wiriawan Ahmad menegaskan pentingnya kejelasan program dan kegiatan tahun 2025, termasuk aspek pelaporan dan disiplin keuangan. Selain itu, ia juga ingin memperoleh gambaran rencana jangka menengah dan rencana kerja tahun 2026, serta program dan kegiatan yang akan dilaksanakan ke depan.
“Saya ingin mendapatkan gambaran dari masing-masing bidang terkait program-program strategis yang menjadi ranah bidang dan nantinya akan diintegrasikan menjadi agenda utama Dinas Koperasi UKM,” jelasnya.
Secara khusus, Wiriawan Ahmad menyoroti tiga hal utama, yakni progres KDKMP, perkembangan program percontohan 50 koperasi, serta progres PLUT KUKM sebagai inkubator UMKM. Ia menekankan bahwa seluruh informasi yang disampaikan harus berbasis data dan bukti (evidence based) agar dapat dijadikan rujukan sebagai titik awal dalam menjalankan program tahun 2026.
“Saya akan lebih banyak mendengar, kemudian mengonklusikan apa yang sudah disampaikan dan menyiapkan agenda yang lebih detail terkait item-item yang akan kita lakukan di tahun 2026, terutama di bulan Januari untuk mencapai target sinergi yang telah diamanatkan,” pungkasnya.
Rapat tersebut ditutup dengan pemaparan singkat evaluasi program tahun 2025 dan dilanjutkan dengan pembahasan perencanaan program tahun 2026. (Tim PPID Diskop UKM NTB)
