Mataram – Hello sahabat Koperasi dan UMKM NTB! Sebanyak 60 peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Manajemen Usaha, Strategi Pemasaran, serta Pengembangan Jaringan Usaha dan Bisnis Koperasi se-Nusa Tenggara Barat (NTB) Angkatan I dan II mendapatkan pembekalan khusus dari Bank NTB Syariah pada hari terakhir pelaksanaan diklat, Jumat (21/8/2026).
Diklat yang berlangsung selama empat hari, mulai 18 hingga 21 Agustus 2026, tersebut digelar di UPTD Balai Latihan Koperasi dan UKM (Balatkop UKM) NTB. Para peserta merupakan pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi NTB.
Pada sesi penutupan, peserta mendapatkan berbagai penjelasan dan paparan mengenai layanan serta akses pembiayaan perbankan syariah. Materi ini menjadi salah satu bekal penting bagi pengurus koperasi dalam mengelola dan mengembangkan usaha secara sehat, profesional, serta berkelanjutan.
Pihak Bank NTB Syariah memberikan penjelasan mengenai sistem pembiayaan dengan pola syariah, termasuk persyaratan dan kelayakan calon penerima pembiayaan. Peserta juga memperoleh pemahaman tentang mekanisme pengajuan, proses penerimaan pembiayaan, hingga berbagai ketentuan yang perlu dipenuhi dalam mengakses layanan perbankan.
Beragam pertanyaan dari peserta terkait prosedur memperoleh pembiayaan turut menjadi bagian penting dalam sesi tersebut. Antusiasme peserta terlihat dalam menyimak materi, khususnya mengenai bagaimana koperasi dapat mempersiapkan administrasi dan kelayakan usaha agar mampu mengakses pembiayaan secara tepat.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menghindari praktik pinjaman dari rentenir. Kehadiran lembaga keuangan resmi dinilai menjadi salah satu solusi bagi koperasi dan pelaku usaha untuk memperoleh akses permodalan yang lebih aman, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam paparannya, Bank NTB Syariah turut memperkenalkan profil dan perkembangan layanan perbankan yang dimiliki. Peserta memperoleh informasi mengenai jaringan kantor cabang, outlet layanan, fasilitas ATM, layanan mobile banking, serta berbagai produk dan layanan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Tidak hanya itu, berbagai jenis produk simpanan dan pembiayaan juga diperkenalkan, termasuk peluang akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Informasi tersebut diharapkan dapat membuka wawasan pengurus KDKMP dalam menentukan pilihan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan usaha.
Melalui pembekalan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman yang lebih baik tentang manajemen usaha, strategi pemasaran, dan pengembangan jaringan bisnis, tetapi juga semakin memahami pentingnya akses permodalan melalui lembaga keuangan resmi.
Diklat Manajemen Usaha, Strategi Pemasaran, serta Pengembangan Jaringan Usaha dan Bisnis Koperasi Angkatan I dan II ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia koperasi, khususnya pengurus KDKMP se-NTB, agar mampu mengelola koperasi secara profesional dan memperkuat perannya dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. (Tim PPID Diskop UKM NTB)
