Mataram – Dinas Koperasi UKM Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Dekopinwil NTB mulai mematangkan persiapan menyambut Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2026 yang akan digelar pada 12 Juli mendatang. Sejumlah agenda besar disiapkan untuk membangkitkan semangat gerakan koperasi di NTB agar semakin dikenal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Rapat persiapan yang digelar Selasa (26/5/2026) dipimpin Sekretaris Dinas Koperasi UKM NTB, Baiq Ayu Juita Mayasari, mewakili Kepala Dinas Koperasi UKM NTB. Hadir pula jajaran pengurus Dekopinwil NTB di antaranya Wakil Ketua Dekopinwil NTB Bambang Permadi dan Ketua bidang pendidikan, pelatihan dan pengembangan Dekopinwil NTB Ahmad Maksum Riady serta sejumlah pejabat dan staf Diskop UKM NTB yang akan terlibat dalam kepanitiaan Harkopnas 2026.
Dalam rapat tersebut, berbagai kegiatan mulai dipetakan. Di antaranya seminar nasional melalui Zoom Meeting bersama Kementerian Koperasi, pertandingan voli dan pickleball, donor darah, jalan sehat, servis Motor Honda, bazar produk UMKM, hingga pemberian penghargaan kepada koperasi berprestasi di NTB.
Tak hanya itu, upacara bersama gerakan koperasi juga diupayakan dapat digelar tepat pada 12 Juli 2026 atau bertepatan dengan Hari Kesadaran Nasional agar semangat koperasi semakin terasa gaungnya di tengah masyarakat.
Sekretaris Diskop UKM NTB, Baiq Ayu Juita Mayasari, menegaskan waktu persiapan memang cukup mepet sehingga seluruh pihak diminta bergerak cepat menyusun konsep kegiatan.
“Kalau kita ingin pelaksanaan dimulai tanggal 12 Juli, memang waktunya cukup singkat. Tapi kami berharap minimal kegiatan utama bisa dimulai saat Harkopnas. Yang penting sinarnya sampai ke masyarakat,” ujarnya.
Menurut Baiq Ayu, kegiatan tidak harus terlalu banyak, namun harus memiliki dampak dan mampu menghidupkan kembali semangat koperasi di NTB.
Sementara itu, Wakil Ketua Dekopinwil NTB Bambang Permadi menilai agenda utama Harkopnas harus tetap fokus pada upacara, pelantikan pengurus, rapat kerja, serta kegiatan tradisional seperti jalan sehat yang selama ini rutin digelar.
“Jalan sehat itu selalu menjadi agenda yang menyatukan gerakan koperasi. Selain itu kami juga berharap ada lomba-lomba dan kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat luas,” katanya.
Bambang juga menyoroti pentingnya koordinasi protokoler untuk pelaksanaan upacara agar berjalan tertib dan melibatkan sebanyak mungkin anggota koperasi.
Di sisi lain, Ketua bidang pendidikan, pelatihan dan pengembangan Ahmad Maksum Riady mendorong agar Harkopnas 2026 dibuat lebih besar dan lebih bergengsi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia mengusulkan seminar nasional dengan menghadirkan narasumber tingkat nasional sebagai upaya membangkitkan citra koperasi di tengah masyarakat.
“Kita perlu kegiatan besar yang bisa membangkitkan koperasi dengan publikasi yang luas. Seminar nasional penting agar koperasi semakin diperhatikan,” ujarnya.
Selain seminar nasional, Ahmad Maksum juga mengusulkan gerakan sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, hingga pasar rakyat dan bazar produk koperasi sebagai bentuk nyata kontribusi koperasi kepada masyarakat.
Tak kalah penting, ia juga mendorong adanya apresiasi bagi koperasi dan insan koperasi berprestasi yang mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi saat ini.
“Perlu ada penghargaan untuk koperasi yang tetap bertahan dan berkembang. Itu penting untuk memotivasi gerakan koperasi,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut juga mulai dibentuk kepanitiaan Harkopnas 2026 sebagai langkah awal memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sukses melalui kolaborasi antara Diskop UKM NTB dan Dekopinwil NTB. (Tim KM Mataram)
