Mataram – Panitia pelaksana peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 menggelar rapat persiapan di Aula PLUT NTB, Jumat (26/6/2026). Rapat yang dihadiri oleh ketua dan wakil ketua panitia, sekretaris, bendahara, serta seluruh koordinator seksi tersebut membahas kesiapan pelaksanaan rangkaian kegiatan Harkopnas yang akan berlangsung pada Juli 2026.
Dalam rapat tersebut, panitia mengevaluasi kesiapan anggaran, menyusun agenda kegiatan, serta menetapkan sejumlah langkah strategis agar seluruh rangkaian acara berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi perkembangan gerakan koperasi di Nusa Tenggara Barat.
Dari sisi pendanaan, panitia melaporkan dana yang telah berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp100 juta, sementara total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp150 juta. Karena itu, berbagai upaya penggalangan dukungan dan sinergi dengan berbagai pihak akan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan.
Salah satu agenda utama Harkopnas adalah Pelantikan Kepengurusan, Bincang Bisnis, dan Rapat Kerja Dekopinwil NTB Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Juli 2026 di Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Jalan Udayana, Kota Mataram. Kegiatan akan diawali dengan pelantikan hingga pukul 11.00 WITA, dilanjutkan sesi bincang bisnis bersama narasumber kompeten, kemudian ditutup dengan Rapat Kerja Dekopinwil NTB pada pukul 14.00–16.00 WITA.
Panitia menekankan bahwa kegiatan bincang bisnis tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi harus menghasilkan langkah konkret yang memberi manfaat langsung bagi peserta dan gerakan koperasi. Bahkan diharapkan lahir nota kesepahaman (MoU) atau bentuk kerja sama nyata dengan berbagai mitra strategis. Untuk mendukung hal tersebut, komunikasi intensif dengan calon mitra akan terus dilakukan sebelum pelaksanaan kegiatan. Selain itu, akan diagendakan pertemuan secara daring melalui Zoom bersama LPDB dan koperasi yang telah berhasil mengakses pembiayaan sebagai media berbagi pengalaman.
Agenda berikutnya adalah pemberian apresiasi kepada koperasi berprestasi, baik koperasi konvensional maupun syariah. Penghargaan tersebut akan diserahkan pada saat upacara Harkopnas. Panitia menginginkan bentuk penghargaan yang lebih bernilai daripada sekadar sertifikat, misalnya peluang kerja sama dengan mitra usaha yang mampu memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sektor riil maupun simpan pinjam. Sementara itu, Dinas Koperasi masih melakukan pendataan terhadap koperasi yang memenuhi kriteria berdasarkan tingkat kesehatan dan prestasi.
Kegiatan yang diperkirakan menjadi magnet masyarakat adalah Jalan Sehat Harkopnas 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Juli 2026 dengan titik awal di Lapangan Sangkareang. Sebagai alternatif, panitia juga mempertimbangkan lokasi di Islamic Center maupun Teras Udayana. Sebanyak 4.000 kupon akan dicetak untuk peserta. Persuratan kepada instansi terkait akan mulai dipersiapkan pada awal Juli, sementara rute kegiatan masih akan diputuskan setelah mempertimbangkan berbagai aspek teknis.
Untuk mendukung sosialisasi, panitia akan memasang spanduk pendaftaran di 25 titik gerakan koperasi. Masing-masing gerakan koperasi memperoleh alokasi 10 kupon, sedangkan kupon tambahan dikenakan kontribusi sebesar Rp10.000 per lembar. Panitia juga menyiapkan sepeda motor sebagai hadiah utama, disertai berbagai hadiah undian menarik lainnya. Jalan sehat akan dirangkaikan dengan Bazar UMKM, layanan cek kesehatan, dan pemeriksaan mata gratis sehingga diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Selain itu, panitia juga membahas pelaksanaan Tasyakuran Harkopnas yang akan dikoordinasikan bersama Dinas Koperasi sebagai penyelenggara. Sementara kegiatan Apel Harkopnas akan digabungkan dengan peringatan Hari Kesadaran Nasional pada 20 Juli 2026, sekaligus menjadi momentum pemberian penghargaan kepada gerakan koperasi yang berprestasi.
Sebagai tindak lanjut, panitia menyepakati rapat koordinasi akan dilaksanakan setiap hari Jumat dengan menghadirkan seluruh penanggung jawab dan koordinator seksi. Seluruh proses administrasi, khususnya perizinan dan persuratan kepada berbagai instansi, juga diminta segera dipersiapkan sejak awal Juli agar seluruh rangkaian Harkopnas ke-79 dapat terlaksana sesuai rencana.
Melalui persiapan yang semakin matang, Harkopnas ke-79 di NTB diharapkan tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi, meningkatkan daya saing koperasi, serta melahirkan program-program yang berdampak nyata bagi kemajuan gerakan koperasi di Nusa Tenggara Barat. (Tim PPID Diskop UKM NTB)
