Mataram — Suasana religius dan penuh kepedulian sosial menyelimuti Musholla Bustanul Arifin saat seluruh karyawan Dinas Koperasi dan UKM NTB menggelar kegiatan Iman dan Taqwa (Imtaq). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penguatan spiritual, tetapi juga dirangkai dengan aksi nyata berupa pemberian santunan kepada dua warga sekitar kantor yang tergolong dalam kategori kemiskinan ekstrem. Jumat (20/2/2026)
Imtaq kali ini menghadirkan penceramah kharismatik Dr. TGH. L. Pattimura Farhan, yang menyampaikan tausyiah penuh makna tentang keutamaan bulan Ramadhan, pahala ibadah, serta pentingnya kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Kepala Diskop UKM NTB, Wirawan Ahmad, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kehadiran tuan guru yang telah memberikan siraman rohani bagi seluruh jamaah. Dengan gaya santai namun sarat pesan, ia bahkan menyelipkan pantun dan humor yang disambut tawa jamaah.
“Ceramah dari Tuan Guru Haji Pattimura, menjadi pegangan menghadapi segala ujian,” ucap Wirawan Ahmad. Ia juga menyoroti inspirasi tentang pentingnya memberi reward kepada diri sendiri dan keluarga atas capaian ibadah, termasuk gagasan menghadiahkan istri saat khatam Al-Qur’an.
Lebih jauh, Wirawan Ahmad menegaskan bahwa kegiatan Imtaq ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam menuntaskan kemiskinan ekstrem pada tahun 2028. Ia menjelaskan bahwa Diskop UKM NTB berupaya mengintegrasikan program keagamaan dengan program pemerintah, khususnya melalui pendekatan kolaboratif yang mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, transfer aset, dan pembinaan berkelanjutan.
“Pengentasan kemiskinan ekstrem tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama sebagai warga NTB,” tegasnya.
Sebagai langkah awal, dua rumah tangga sasaran dari kategori Desil Satu dan Desil Dua menerima santunan langsung dari Kepala Dinas. Kedua warga tersebut merupakan tetangga terdekat kantor Diskop UKM NTB, dengan kondisi tempat tinggal yang sangat terbatas dan memprihatinkan. Ke depan, bantuan ini tidak berhenti pada santunan semata, namun akan dilanjutkan dengan pendampingan usaha, pemberian modal, dan pembinaan agar mereka mampu meningkatkan pendapatan dan keluar dari jeratan kemiskinan ekstrem.
Dalam tausyiahnya, Dr. TGH. L. Pattimura Farhan mengajak seluruh jamaah mensyukuri kesempatan bertemu bulan Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan. Ia mengingatkan bahwa setiap amal di bulan suci ini dilipatgandakan pahalanya, serta menekankan bahwa Ramadhan adalah bulan kesabaran dalam menghadapi beragam ujian hidup.
“Setiap kita punya masalah, tapi Ramadhan mengajarkan kita untuk sabar dan terus mendekatkan diri kepada Allah,” pesannya di hadapan jamaah.
Kegiatan Imtaq ditutup dengan penyerahan santunan secara simbolis, disaksikan seluruh jamaah. Harapannya, langkah kecil ini menjadi awal dari gerakan besar—menjadikan musholla, kantor, dan komunitas sebagai bagian dari instrumen nyata pengentasan kemiskinan ekstrem di NTB.
Dengan memadukan iman, kepedulian, dan aksi konkret, Diskop UKM NTB menegaskan bahwa keberkahan Ramadhan bukan hanya dirasakan dalam doa, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata bagi sesama. (Tim PPID Diskop UKM NTB)
