Skip to content
Kampung Media
Kampung Media

Kampung Media

penghargaan-kampung-media
Primary Menu
  • Inspirasi Kampung

Ketika Rasulullah SAW Memilih Bilal bin Rabbah sebagai Muazin Pertama

adminkampung March 18, 2025 4 minutes read

Detik Jakarta – Rasulullah memiliki seorang pengawal yang setia dari ras kulit hitam. Nama sahabat Rasulullah SAW yang satu ini sangat terkenang, bahkan namanya diabadikan sebagai salah satu “profesi” dalam salat Jumat. Sahabat tersebut adalah Bilal bin Rabbah.
Mengutip buku The Great Sahabat karya Rizem Aizid menyebut Bilal bin Rabbah sebagai seorang budak kulit hitam dari Habsyah (Ethiopia). Nama lengkapnya Abu Abdullah bin Rabah al-Habsyi. Ia dilahirkan di daerah As-Sarah. Ayahnya bernama Rabah dan ibunya Hamamah. Ibunya merupakan seorang budak wanita berkulit hitam yang tinggal di Makkah.

Kehidupan Bilal seperti kehidupan semua budak, tidak memiliki urusan kecuali mengabdi dan melaksanakan pekerjaan sebagaimana layaknya budak. Bilal dan ibunya bekerja untuk Umaiyah bin Khalaf, seorang pemuka Bani Jum’ah.

Bilal bin Rabbah Masuk Islam
Sebenarnya, ketertarikan Bilal bin Rabah RA pada Islam muncul sejak pertama kali ia mendengar berita tentang Nabi Muhammad SAW. Konon, Bilal bin Rabah tanpa sengaja mendengar majikannya berbicara dengan seseorang tentang Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan agama baru.

Nah, setelah mendengar percakapan majikannya itu, Bilal bin Rabah pun sangat ingin bertemu dengan Rasulullah SAW dan mendengarkan ajaran yang dibawa beliau. Dan, keinginan Bilal untuk bertemu dengan Muhammad SAW itu terkabul berkat bantuan Abu Bakar ash-Shiddiq RA yang sudah lebih dulu masuk Islam. Lewat Abu Bakar, Bilal bin Rabah pun bisa mengenal Rasulullah dan berbaiat kepada Rasulullah.
Dalam buku berjudul Bilal bin Rabbah yang ditulis Abdul Latip Talib, Bilal termasuk dalam kalangan mereka yang awal memeluk Islam. Ketika Umaiyah mengetahui Bilal masuk Islam tentu ia menyiksa Bilal tanpa belas kasihan sampai Bilal masuk ke agama asal sekaligus menjadi pengajaran kepada yang lain. Namun Bilal tidak tunduk dan tetap memilih Islam.

Penyiksaan Umaiyah dilakukan tanpa henti. Bilal dipukul kemudian diarak keliling Kota Makkah. Karena Bilal masih tetap pada pendiriannya, ia dijemur di atas pasir tanpa diberi makan dan minum. Ketika matahari tegak di atas kepala dan padang pasir yang panas, Bilal dipakaikan baju besi lalu dibiarkan berjemur di bawah terik matahari.

Umaiyah memaksa Bilal menyebut nama al-Katta dan al- Uzza tetapi mulut Bilal hanya menyebut “Allah… Allah… Allah.” Penyiksaan terhadap Bilal bin Rabbah akhirnya sampai ke telinga Abu Bakar lalu ia membelinya dari Umaiyah dengan harga sembilan uqiyah emas.

Ketika Abu Bakar meraih tangan Bilal dan membawanya ke alam kemerdekaan (bukan budak), Umayah berkata, “Ambillah ia! Demi Lata dan Uzza, andai engkau hanya mau membelinya dengan satu keping emas pun, aku pasti memberikannya!” Abu Bakar bisa memahami pedihnya rasa putus asa dan hilangnya harapan dalam kata-kata Umayah ini. Karena itu, ia tidak perlu menjawab.

Akan tetapi, karena kata-kata itu berhubungan dengan kehormatan laki-laki yang kini telah menjadi saudaranya itu, Abu Bakar membalas kata-kata Umayah, “Demi Allah, andai kalian tidak mau menerima selain seratus keping emas, aku pasti membayarnya!” Abu Bakar lalu membawa saudaranya itu menghadap Rasulullah seraya menyampaikan kabar gembira tentang kemerdekaan Bilal. Saat itu bagaikan hari raya yang agung.

Rasulullah SAW Menjadikan Bilal bin Rabah Muazin
Dalam Biografi 60 Sahabat Rasulullah SAW yang ditulis Khalid Muhammad Khalid, sesudah Rasulullah dan kaum Muslimin hijrah ke Madinah dan menetap di sana, beliau mensyariatkan azan sebelum salat. Dalam kondisi demikian, siapakah yang pantas menjadi muazin untuk menunaikan salat lima kali setiap hari yang kalimat-kalimat takbir dan tahlilnya menggema di cakrawala? Orang itu adalah Bilal yang sejak tiga belas tahun lalu telah berteriak, “Allah Ahad… Ahad…,” meskipun siksa senantiasa menimpa dan menyiksa tubuhnya.

Kini Rasulullah memilihnya untuk menjadi muazin Islam yang pertama. Dengan suaranya yang merdu dan indah, Bilal mampu memenuhi hati dengan keimanan dan memenuhi telinga dengan keindahan. la menyeru:

“Allahu Akbar Allahu Akbar…
Allahu Akbar Allahu Akbar…
Asyhadu an la ilaha illa Allah…
Asyhadu an là ilaha illa Allah…
Asyhadu anna Muhammadan Rasûlullah…
Asyhadu anna Muhammadan Rasûlullah…
Hayya ‘ala ash-Shalah…
Hayya ‘ala ash-Shalah…
Hayya ‘ala al-Falah…
Hayya ‘ala al-Falah…
Allahu Akbar… Allahu Akbar…
La ilaha illa Allah.”
(lus/kri)

About the Author

adminkampung

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Kisah Khalid bin Walid: Wafat di Bulan Ramadhan dan Dijuluki Pedang Allah
Next: Inilah 10 Sahabat Nabi Muhammad SAW yang Dijamin Masuk Surga

Berita Terkait

b41f0fdb-1024-4b39-899b-f9eac0071ad3
2 minutes read
  • Inspirasi Kampung

Tekan Sampah dan Pupuk Kimia, Lapas Lombok Barat Ubah Limbah Jadi Kompos dan Pupuk Cair

adminkampung January 14, 2026 0
rumah tangga
3 minutes read
  • Inspirasi Kampung

Aib Rumah Tangga di Era Media Sosial: Peringatan Keras dari Fatwa Al-Azhar

adminkampung January 11, 2026 0
keutamaan-bulan-Rajab-
4 minutes read
  • Inspirasi Kampung

Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

adminkampung January 11, 2026 0

Baca juga

x1769126856_IMG-20260123-WA0036.jpg.pagespeed.ic.TftgXdVqAw
3 minutes read
  • Pemerintahan

Gubernur NTB Resmikan Jalan Pototano, Jalur Logistik Sumbawa-Lombok Berfungsi Optimal

adminkampung January 23, 2026 0
gub
3 minutes read
  • Peristiwa

Gubernur NTB Tinjau Lokasi Banjir Rob di Ampenan, Enam Rumah Warga Rusak Parah

adminkampung January 23, 2026 0
2174e793-2ffd-454b-abe9-57b85ee48fb0
2 minutes read
  • Ekonomi

Cuaca Ekstrem Tak Surutkan Produktivitas, Lapas Lombok Barat Tetap Optimalkan Pembinaan Pertanian

adminkampung January 23, 2026 0
oplus_2
1 minute read
  • Peristiwa

Angin Kencang Terjang Rensing Bat, Atap Rumah Warga Terbang Terbawa Angin

Ibra_kmrb January 23, 2026 0

SEKRETARIAT

Jl.Banda Sraya Gg.sakura No.5 Pondok Indah Kel.Pagutan Barat Kota Mataram
Nomor Kontak: 089637675034
Email: kampungmedia2008@gmail.com

Konsultan Media: Lombok Inisiatif – Akta Notaris Nomor 135 tanggal 14 Maret 2015.
Alamat: Jalan Bhanda Sraya 23 Griya Pagutan Indah Mataram.

REDAKSI
Publisher VIP (Visual Informasi & Publikasi) PRODUCTION & Lombok Kreatif.

Chief Executive Officer:
Asrobi Abdihi
Chief of Content:
Fakhrul Azhim
Manager Operations / Editor in Chief : Afifudin
Sekretaris Redaksi: Neneng Pebriana

TIM REDAKSI
Kepala Kampung / Pemred :
Asrobi Abdihi
Redaktur Pelaksana :
Fakhrul Azhim
Editor Senior : Ncep
Editor: Abdi, Achim Nadfia,
Reporter: Muhammad Safwan, Jumaili, Ncep

DEWAN PAKAR
Suaeb Qury, S.H.I.

KONTRIBUTOR
1. Muhammad Safwan (Kota Mataram)
2. Jumaili (Lombok Tengah)
3. Hasan Karing ( KM Brang Ene Sumbawa)
4. Adi Pradana (Kab.Bima)
5. Opick Manggelewa. KM Manggelewa (Dompu)
6. Joko KM Panto daeng Sumbawa
7. Ryan KM Gempar Bima
8. Faidin (KM kempo) Dompu
9. Alimuddin (KM Maluk) KSB
10. Randal Patisamba (KM Rampak Nulang)
11. Ibrahim Arifin (KM Rensing Bat) Lotim
12. Yakub (KM SasakTulen) Lobar
13. Alamsyah (KM Tembe Nggoli) Bima
14. M. Hariyadin (KM. Sarei Ndai Kota Bima
15. Andre Kurniawan (KM.Masbagik) Lotim
16. Ali Nurdin (KM. Taliwang) Sumbawa
17. Hajrul Azmi ( KM. Sajang Bawak Nao ) Loteng
18. Desa Wisata Masmas Loteng
19. Abdul Satar Lobar
20. Nurrosyidah Yusuf
21. Masyhuri (sambang kampung),
22. Joko Pitoyo,
23. Asep KM Lobar,
24. Abu Ikbal,
25. Romo.
26. Alin
27. Tawa,
28. Andi Mulyan Mataram,
29. Asri (KM Sukamulia),
30. Efan (Kampung Media Lengge Wawo-Bima)
31. Aulia Abdiana

Copyright © Kampung Media. | MoreNews by AF themes.