Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu inisiatif kebijakan yang mulai mendapat perhatian di berbagai daerah, termasuk Lombok Barat. Program ini bertujuan menyediakan makanan sehat dan bergizi kepada pelajar dan kelompok masyarakat tertentu untuk meningkatkan kualitas kesehatan, ketahanan pangan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dalam konteks sosial dan demografi Lombok Barat, keberadaan Generasi Z sebagai kelompok usia dominan menjadikan perspektif mereka sangat penting dalam mengevaluasi efektivitas dan relevansi program ini. Generasi Z dikenal sebagai generasi yang kritis, melek teknologi, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap isu kesehatan publik serta gaya hidup sehat. Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana Gen Z di Lombok Barat menilai program MBG, apa saja tantangan yang mereka lihat, serta peluang pengembangan program tersebut ke depan.
- Tingkat Pemahaman Gen Z tentang MBG
Hasil analisis menunjukkan bahwa pemahaman Gen Z Lombok Barat terhadap Program Makan Bergizi Gratis tergolong cukup baik, terutama karena mereka merupakan generasi yang akrab dengan isu kesehatan, gizi, dan kampanye pola makan sehat melalui media sosial. Namun, banyak dari mereka menilai bahwa sosialisasi pemerintah terkait detail teknis program MBG masih belum maksimal. Gen Z cenderung menerima informasi dari platform digital seperti Instagram dan TikTok, sementara pemerintah daerah masih dominan menggunakan model sosialisasi konvensional.
- MBG sebagai Program yang Relevan bagi Kesehatan Generasi Muda
Dari perspektif Gen Z, keberadaan program MBG dipandang sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Mereka memahami bahwa pola hidup generasi sekarang seringkali tidak seimbang akibat konsumsi makanan cepat saji, minuman manis, dan kebiasaan makan tidak teratur. Program MBG dianggap sebagai intervensi yang dapat membantu siswa dan remaja mendapatkan asupan gizi yang cukup, terutama bagi keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah.
- MBG dan Potensi Peningkatan Prestasi Akademik
Gen Z umumnya menyadari bahwa gizi yang baik berpengaruh besar pada kemampuan belajar. Mereka melihat MBG sebagai program yang dapat mengurangi angka ketidakhadiran, meningkatkan konsentrasi, dan memperbaiki performa akademik di sekolah. Hal ini sejalan dengan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa intervensi makan sehat memiliki korelasi positif dengan peningkatan fungsi kognitif dan prestasi belajar.
- Tantangan Program MBG Menurut Gen Z
Meskipun program MBG dinilai beneficial, Gen Z menyoroti beberapa tantangan utama. Pertama, ketersediaan anggaran yang tidak merata antar wilayah desa dan kecamatan. Kedua, keseragaman menu dan kualitas pangan yang belum terstandarisasi sehingga beberapa sekolah atau penerima program mengalami ketidakkonsistenan kualitas. Ketiga, minimnya pengawasan distribusi dan efektivitas pelaksanaan di lapangan. Tantangan ini menimbulkan kekhawatiran terkait keberlanjutan program dalam jangka panjang.
- Peran Digitalisasi dalam Optimalisasi Program MBG
Sebagai generasi digital, Gen Z menilai bahwa MBG membutuhkan sistem monitoring berbasis teknologi. Mereka mengusulkan penggunaan aplikasi pelaporan menu harian, kontrol gizi, hingga feedback penerima program. Digitalisasi dipandang mampu meningkatkan transparansi, mengurangi potensi penyimpangan anggaran, serta memastikan evaluasi program dapat dilakukan secara cepat dan akurat.
- MBG sebagai Upaya Penguatan Ketahanan Pangan Lokal
Gen Z juga memandang bahwa program MBG dapat diintegrasikan dengan pemberdayaan petani lokal di Lombok Barat. Bahan pangan bergizi seperti sayuran, buah lokal, dan sumber protein dapat disuplai dari pertanian dan peternakan setempat, sehingga MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga menjadi program yang mendorong ekonomi lokal tumbuh.
- Partisipasi Gen Z dalam Pelaksanaan MBG
Generasi Z memiliki kemampuan inovatif yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan program. Mereka dapat dilibatkan dalam kampanye edukasi gizi, penyusunan konten digital terkait pola makan sehat, serta survei kepuasan penerima program berbasis teknologi. Pelibatan Gen Z tidak hanya meningkatkan efektivitas program, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap kebijakan publik.
Dari perspektif Generasi Z, Program Makan Bergizi Gratis di Lombok Barat merupakan program yang sangat bernilai dan relevan dengan kebutuhan generasi muda masa kini. Mereka melihat MBG sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kesehatan, kualitas pendidikan, dan menciptakan generasi yang lebih produktif. Namun, Gen Z juga menilai bahwa program ini memerlukan digitalisasi, pengawasan yang lebih ketat, standardisasi kualitas menu, serta keterlibatan pemuda dalam proses pelaksanaan dan evaluasi. Dengan mengintegrasikan karakteristik Gen Z yang kritis, digital-oriented, dan partisipatif, program MBG berpotensi menjadi model kebijakan publik yang efektif dan berkelanjutan untuk Lombok Barat.
Penulis: Nazira Umami Mahasiswa UIN Mataram
