Mataram — Dinas Koperasi UKM Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menggelar kegiatan Iman dan Taqwa (Imtaq) di Mushalla Bustanul Arifin, Jumat pagi (8/5/2026). Kegiatan rutin tersebut berlangsung khidmat dan diikuti oleh seluruh jajaran pegawai sebagai upaya memperkuat spiritualitas dan kebersamaan di lingkungan kerja.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin secara bersama-sama, dilanjutkan dengan zikir dan tausiah agama yang disampaikan oleh Ustadz H. Muhammad Adhar, S.Ag. Dalam tausiahnya, H. Muhammad Adhar yang akrab disapa H. Adhar menekankan bahwa ibadah memiliki makna yang sangat luas, termasuk aktivitas bekerja dan berinteraksi sehari-hari.
“Ibadah itu sangat luas. Kita bekerja di kantor pun adalah ibadah, begitu juga dalam berinteraksi dengan sesama. Semua itu bagian dari rasa syukur kita kepada Allah SWT,” ujarnya.
Dalam penyampaiannya, H. Adhar mengingatkan pentingnya rasa syukur sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, bahwa siapa yang bersyukur maka Allah akan menambah nikmat-Nya, sedangkan mereka yang kufur terhadap nikmat akan mendapatkan azab yang pedih.
Ia menjelaskan bahwa wujud syukur dapat dilakukan melalui tiga bentuk, yakni dengan lisan, hati, dan perbuatan. Syukur melalui lisan diwujudkan dengan memperbanyak ucapan-ucapan baik seperti hamdalah, takbir, dan dzikir. Sementara syukur melalui hati diwujudkan dengan keyakinan bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah SWT.
“Ketika hati selalu mengingat Allah, maka hati akan menjadi tenang. Itu bagian dari bentuk syukur kita kepada Allah SWT,” tuturnya.
Selain itu, H. Adhar juga menekankan pentingnya syukur melalui amal perbuatan, seperti berbagi rezeki, membantu sesama, dan melaksanakan ibadah kurban. Menjelang bulan Zulhijah, ia mengajak seluruh ASN untuk mulai menyisihkan sebagian rezeki demi melaksanakan kurban sebagai bentuk ketaatan dan kepedulian sosial.
“Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga membangun keikhlasan, kepedulian sosial, serta mempererat ukhuwah dan silaturahmi antar sesama,” jelasnya.
Menurutnya, hikmah kurban tidak hanya menjadi simbol ketaatan kepada Allah SWT dan keteladanan Nabi Ibrahim AS, tetapi juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Ia pun mengajak seluruh jamaah untuk terus saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran, serta membiasakan diri berbagi meski dalam keterbatasan.
“Keikhlasan harus dibangun dan dilatih. Dengan berbagi, insyaallah hati kita akan semakin lapang dan penuh keberkahan,” pungkasnya.
Usai tausiah, kegiatan Imtaq ditutup dengan doa bersama yang berlangsung penuh khusyuk dan harapan agar seluruh pegawai senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada masyarakat.(Tim PPID Diskop UKM NTB)
