Lombok Barat – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat menggelar konferensi pers Refleksi Akhir Tahun 2025, Selasa (30/12/2025), guna memaparkan analisa dan evaluasi situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) sepanjang tahun 2025 di wilayah hukum Kabupaten Lombok Barat.
Kegiatan ini menjadi bentuk pertanggungjawaban publik atas kinerja kepolisian sekaligus potret dinamika keamanan yang terjadi di tengah masyarakat selama satu tahun terakhir. Hasil evaluasi ini juga menjadi pijakan strategis Polres Lombok Barat dalam meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman masyarakat di tahun 2026.
Kriminalitas Menurun 9 Persen
Secara umum, situasi Kamtibmas di Lombok Barat menunjukkan tren positif dengan penurunan angka kejahatan sebesar 9 persen. Total kejahatan (crime total) tercatat turun dari 733 kasus pada 2024 menjadi 668 kasus pada 2025. Sementara itu, penyelesaian perkara (crime clearance) tercatat 651 kasus pada 2025, dibandingkan 823 kasus pada tahun sebelumnya.
Untuk kejahatan konvensional, Polres Lombok Barat mencatat penurunan signifikan sebesar 12 persen, dari 682 kasus menjadi 602 kasus. Adapun kejahatan terhadap kekayaan negara tetap stagnan, masing-masing dua kasus pada 2024 dan 2025.
Pada kasus menonjol 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), penurunan paling drastis terjadi pada tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang turun hingga 78 persen, dari 85 kasus pada 2024 menjadi 19 kasus di 2025. Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) turun 13 persen, dari 71 menjadi 62 kasus, sementara pencurian dengan kekerasan (curas) menurun 14 persen, dari tujuh kasus menjadi enam kasus.
Berdasarkan analisis tempat dan waktu, lokasi rawan kejahatan masih didominasi kawasan perumahan, khususnya kasus curat, serta jalan raya untuk kasus curas. Waktu rawan terjadi pada pagi hari pukul 06.00–12.00 WITA dan siang hari pukul 12.00–18.00 WITA, seiring banyaknya rumah yang ditinggal pemiliknya bekerja.
Pengungkapan Kasus Narkoba Meningkat
Di bidang pemberantasan narkoba, Polres Lombok Barat mencatat peningkatan signifikan jumlah pengungkapan kasus. Sepanjang 2025, tercatat 64 kasus narkoba, naik dari 47 kasus pada 2024. Jumlah tersangka juga meningkat tajam dari 61 orang menjadi 101 orang, terdiri dari 86 laki-laki dan 15 perempuan.
Meski jumlah kasus meningkat, barang bukti utama justru mengalami penurunan. Barang bukti sabu turun dari 669 gram menjadi 228 gram, ganja menurun dari 12,9 kilogram menjadi 1,9 kilogram, serta ekstasi sebanyak 12 butir yang sebelumnya nihil.
Peningkatan pengungkapan ini dinilai sebagai indikator keaktifan personel di lapangan dan efektivitas strategi penindakan yang didukung peran aktif masyarakat. Polres Lombok Barat menegaskan tidak ada ruang aman bagi pelaku narkoba, seiring penguatan upaya preemtif melalui program Kampung Bebas Narkoba, salah satunya di Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, serta sosialisasi intensif ke sekolah-sekolah.
Kamseltibcar Lantas Jadi Perhatian
Di sektor keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas), Polres Lombok Barat mencatat dinamika yang perlu mendapat perhatian serius. Jumlah kecelakaan lalu lintas meningkat 15,87 persen, dari 252 kejadian pada 2024 menjadi 292 kejadian pada 2025. Korban meninggal dunia juga meningkat 23,53 persen, dari 34 menjadi 42 orang.
Namun demikian, kerugian materiil akibat kecelakaan justru turun drastis sebesar 84 persen, dari Rp4,3 miliar menjadi Rp689 juta. Sementara itu, jumlah pelanggaran lalu lintas yang ditindak meningkat dari 82 persen menjadi 94 persen, menunjukkan intensitas razia dan penegakan hukum yang lebih masif.
Untuk menekan angka fatalitas, Polres Lombok Barat mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui program edukasi seperti Polantas Menyapa dan Ngopi Bareng Polantas yang menyasar pelajar, pengemudi angkutan, dan ojek, serta kampanye keselamatan melalui media sosial dan media massa.
Pemetaan Pola Kejahatan
Hasil pemetaan menunjukkan kasus curat dominan terjadi di kawasan perumahan pada jam sibuk pagi hari. Kasus curanmor berhasil ditekan di hampir semua titik, namun kewaspadaan tetap ditingkatkan di area kos-kosan dan pusat perbelanjaan. Sementara kejahatan jalanan relatif terkendali, dengan kecenderungan terjadi pada rentang waktu siang hingga sore hari.
Pengamanan Malam Tahun Baru 2026
Menjelang pergantian tahun, Polres Lombok Barat menyiapkan pengamanan terpadu malam Tahun Baru 2026. Pos terpadu ditempatkan di Pelabuhan Lembar, sementara pos pengamanan berada di kawasan Sasaku Batu Layar dan Bundaran Giri Menang Square (GMS) Gerung.
Sebanyak 245 personel disiagakan di wilayah Senggigi dan Gerung pada malam pergantian tahun, dengan pembatasan aktivitas di Bundaran GMS hingga pukul 23.00 WITA. Rekayasa lalu lintas menuju kawasan wisata diterapkan secara situasional.
Pada 1 Januari 2026, sebanyak 417 personel, termasuk BKO Polda NTB, disiagakan untuk pengamanan objek wisata pantai dari Senggigi hingga Sekotong, dengan fokus pada antisipasi kecelakaan laut, premanisme, dan parkir liar. Penindakan tegas diterapkan terhadap penggunaan knalpot brong, balap liar, konvoi, pesta miras, dan penggunaan petasan berbahaya.
Strategi 2026
Sebagai penutup, Polres Lombok Barat memaparkan strategi prioritas tahun 2026, di antaranya optimalisasi Call Center 110 untuk pelayanan cepat, penguatan community policing dengan menempatkan masyarakat sebagai mitra kunci, peningkatan patroli dialogis di jalur rawan kecelakaan, serta penguatan strategi preemtif penanggulangan narkoba berbasis desa dan sekolah.
Polres Lombok Barat menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat demi menjaga situasi Kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di Kabupaten Lombok Barat. (Tim KM Lobar)
