LOMBOK TIMUR — Penantian panjang itu akhirnya berakhir. Kabupaten Lombok Timur resmi mencatatkan sejarah baru yang gemilang di panggung olahraga Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk pertama kalinya, tim sepakbola bumi Gumi Patuh Karya berhasil berdiri di podium tertinggi dan membawa pulang medali emas.
Sejarah tersebut tercipta dalam laga final Porprov XII NTB yang digelar di GOR 17 Desember, Mataram, pada Sabtu (25/7/2026). Lombok Timur sukses menundukkan tim tangguh Kota Bima dengan skor meyakinkan 2-0.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Lombok Timur langsung mengambil inisiatif serangan. Laga baru berjalan 11 menit, petaka menimpa lini pertahanan Kota Bima. Pelanggaran di kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih. M. Apriliawan Akbar yang maju sebagai algojo dengan tenang mengeksekusi penalti, mengubah papan skor menjadi 1-0.
Unggul satu gol tidak membuat Lombok Timur mengendurkan serangan. Pada menit ke-39, giliran Tifatul Adrian yang menggandakan keunggulan. Memanfaatkan umpan matang, tandukan terukurnya sukses mengoyak jala gawang Kota Bima. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum dan menjadi penentu kemenangan hingga babak kedua berakhir.
Dengan hasil ini, Kota Bima harus puas membawa pulang medali perak. Sementara itu, medali perunggu diamankan oleh Kota Mataram yang finis di posisi ketiga.
Keberhasilan ini terasa sangat emosional. Pasalnya, sepanjang sejarah keikutsertaan di Porprov, Lombok Timur belum pernah sekalipun menembus babak semifinal. Namun kali ini, mereka langsung melesat ke final dan keluar sebagai juara.
“Alhamdulillah kita pecah telur. Selama ini kita bahkan belum pernah ke semifinal. Sekarang langsung final dan juara,” kata Ketua PSSI Lombok Timur, Muhammad Yusri, dengan mata berkaca-kaca menahan haru.
Rasa bangga yang sama juga terpancar dari Manager Tim Lombok Timur, Haji Syaiful Bahri. Ia menegaskan bahwa prestasi ini adalah buah dari kerja keras kolektif yang menguras keringat selama berbulan-bulan.
“Berbulan-bulan kami siapkan tim ini. Persembahan ini untuk seluruh masyarakat Lombok Timur,” ujarnya penuh kebanggaan.
Emas Porprov XII NTB ini dipastikan bukan puncak akhir dari target Lombok Timur. Prestasi historis ini justru dipandang sebagai batu loncatan besar untuk membawa sepakbola daerah ke level yang lebih tinggi.
“Ini bukan akhir. Ini awal kebangkitan sepakbola Lombok Timur. Kita akan raih prestasi lebih tinggi lagi,” tegas Yusri optimistis.
