LOMBOK TIMUR – Hujan deras yang mengguyur tak hanya menyisakan genangan, tetapi juga duka bagi warga Desa Ekas. Menanggapi bencana banjir yang melanda kawasan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur bergerak sigap menyalurkan napas bantuan bagi masyarakat yang terdampak.
Sebagai bentuk respons darurat, BAZNAS menyalurkan paket sembako kepada 85 Kepala Keluarga (KK) di Desa Ekas pada Senin (22/12). Bantuan ini menjadi tumpuan awal untuk memastikan dapur warga tetap mengepul dan kebutuhan dasar pangan terpenuhi di tengah kondisi yang serba sulit.

Ketua BAZNAS Lombok Timur, H. Muhammad Kamli turun langsung memastikan bantuan tersebut sampai ke tangan yang tepat. Menurutnya, kecepatan adalah kunci dalam penanganan bencana.
“Begitu mendapatkan laporan bencana, kami langsung turun. Bantuan sembako untuk 85 KK ini adalah dukungan awal agar warga bisa bertahan di masa pemulihan,” ujar Kamli dengan nada penuh empati.
Kehadiran BAZNAS di tengah kepungan banjir bukan sekadar aksi sosial, melainkan pengejawantahan dari mandat lembaga. Kamli menegaskan bahwa membantu korban bencana adalah bagian dari asnaf fisabilillah dan misi kemanusiaan yang wajib ditunaikan.
“BAZNAS harus hadir pertama ketika masyarakat tertimpa musibah. Itu amanah, dan itu komitmen kami,” tegasnya.

Meski bantuan pangan telah disalurkan, langkah BAZNAS tidak berhenti di sini. Lembaga ini telah merancang berbagai skema lanjutan yang mencakup aspek ekonomi hingga pemulihan jangka menengah. Namun, agar bantuan lebih efektif dan merata, BAZNAS kini tengah melakukan sinkronisasi dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten.
“Kami sudah siapkan beberapa alternatif bantuan lanjutan, tapi semuanya harus terkoordinasi. Kami menunggu arahan Bupati Lombok Timur agar penanganannya terarah dan tepat sasaran,” tambah Kamli.
Langkah cepat ini diharapkan menjadi pemantik kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat. Harapannya, warga Desa Ekas tidak hanya terbantu secara pangan, tetapi juga mampu bangkit kembali menata kehidupan pascabencana dengan dukungan kolektif yang solid. (kmrb)
