Mataram — Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti Masjid Husnul Khotimah saat empat warga Kampung Karang Buaya menggelar syukuran Walimatussafar sebagai bentuk kesiapan menunaikan ibadah haji tahun 2026. Keempat calon jamaah haji tersebut adalah Fathul Mubin, Rukaiyah, Lailatul Hasanah, dan Jannah. Kamis (15/4/2026)
Acara yang berlangsung dengan penuh kekeluargaan ini turut dihadiri oleh para tokoh agama, ulama, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Tampak hadir pula TGH. Fauzan Tabrani, Lc., dan TGH. Sofiyan Irsadi yang memberikan dukungan sekaligus nasihat kepada para calon tamu Allah.
Dalam tausiyahnya, TGH. Fauzan Tabrani menekankan pentingnya meluruskan niat dalam setiap ibadah, khususnya ibadah haji. Ia mengingatkan bahwa nilai sebuah amal sangat bergantung pada niat yang mendasarinya.
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya. Maka penting bagi kita, terutama para calon jamaah haji, untuk benar-benar meluruskan niat hanya karena Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya di hadapan para hadirin.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perjalanan haji bukanlah perjalanan yang mudah. Dibutuhkan kesabaran, keteguhan, serta kelapangan hati dalam menghadapi berbagai ujian selama di tanah suci. Ia juga mengajak para calon jamaah untuk memaknai setiap rangkaian ibadah haji sebagai proses penyucian diri, meninggalkan dosa, serta menghiasi diri dengan petunjuk dan ketakwaan.
Dalam ceramahnya, TGH. Fauzan juga mengutip kisah para ulama terdahulu yang menggambarkan hakikat haji sebagai perjalanan spiritual menuju kedekatan dengan Allah, bukan sekadar perjalanan fisik semata.
Acara Walimatussafar ini juga menjadi momentum bagi para calon jamaah haji untuk memohon maaf kepada keluarga, kerabat, dan masyarakat, agar dapat berangkat dengan hati yang bersih dan tenang. Permohonan doa pun disampaikan agar perjalanan mereka, sejak berangkat hingga kembali ke tanah air, senantiasa diberikan kemudahan dan keberkahan.
“Semoga para calon jamaah haji kita diberikan taufik dan hidayah, dimudahkan seluruh urusannya, serta meraih haji yang mabrur,” tutupnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk syukur, tetapi juga mempererat tali silaturahmi serta memperkuat dukungan moral dan spiritual dari masyarakat bagi para calon jamaah haji. Harapannya, keempat warga Karang Buaya tersebut dapat menjalankan ibadah dengan sempurna dan kembali sebagai haji yang membawa keberkahan bagi diri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya. (Tim KM abdi Mataram)
