Mataram — Apel pagi di lingkungan Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB berlangsung penuh semangat dan refleksi terhadap berbagai dinamika pembangunan koperasi daerah. Kegiatan yang digelar di halaman Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Selasa (19/5/2026) dipimpin oleh Kepala Bidang Pembinaan Koperasi, Rahmadin.
Dalam amanatnya, Rahmadin mengajak seluruh pegawai untuk tetap menjaga semangat kerja di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor koperasi saat ini.
“Bahwa kita tetap semangat, itu satu,” ujarnya membuka arahan pagi.
Rahmadin juga menyampaikan hasil tugasnya di Jakarta terkait rapat koordinasi pembangunan program KDKMP yang melibatkan berbagai kementerian dan pihak pelaksana. Menurutnya, terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian bersama, terutama menyangkut transparansi anggaran pembangunan yang dilaksanakan oleh Agrinas.
Ia menjelaskan bahwa di tingkat lapangan, Dinas Koperasi sering menjadi pihak yang paling banyak mendapat sorotan dan pertanyaan masyarakat, meskipun program tersebut melibatkan banyak instansi lintas kementerian.
“Yang menjadi leading sector dan yang akan dipertanyakan di tingkat lapangan adalah Dinas Koperasi,” katanya.
Rahmadin mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum memperoleh kejelasan mengenai nilai anggaran pembangunan tersebut. Padahal nantinya Kepala Dinas Koperasi akan bertugas melakukan verifikasi kegiatan mulai dari proses pembangunan hingga selesai.
Selain itu, ia juga mengingatkan kemungkinan adanya rasionalisasi perjalanan dinas seiring berkurangnya anggaran pemerintah. Karena itu, seluruh pegawai diminta menyiapkan strategi kerja yang lebih efektif dan tetap menjaga soliditas internal.
“Mari sama-sama bekerja untuk membangun wadah koperasi ini dan mengharumkan nama baik Provinsi Nusa Tenggara Barat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmadin turut menyampaikan perkembangan pembangunan gerai koperasi yang telah diresmikan Presiden RI. Secara nasional, sebanyak 1.161 gerai telah diresmikan, sementara di NTB pembangunan telah melampaui 56 gerai dan terus bertambah sesuai progres di lapangan.
Namun demikian, ia menyoroti pelaksanaan pembangunan yang disebut berbasis padat karya, tetapi di lapangan ditemukan adanya satu kontraktor yang menangani hingga lima sampai enam lokasi sekaligus sehingga menyebabkan beberapa proyek mengalami keterlambatan.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar tidak terjadi perbedaan antara konsep yang disampaikan dalam rapat dengan realisasi di lapangan.
Menutup arahannya, Rahmadin menyampaikan pesan moral kepada seluruh pegawai agar tetap menjunjung kejujuran dan keberanian menyampaikan kebenaran.
“Lebih baik dibenci karena kebenaran daripada ingin disukai tapi bertopeng dengan kebohongan,” pungkasnya. (Tim PPID Diskop UKM NTB)
