Mataram, Juni 2026 – Kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu penyebab utama cedera hingga kehilangan nyawa di jalan raya. Banyak kasus kecelakaan yang terjadi bukan hanya karena faktor kecepatan, tetapi juga akibat kesalahan pengendara saat melakukan pengereman. Padahal, kemampuan mengerem dengan benar merupakan salah satu keterampilan dasar yang wajib dimiliki setiap pengendara sepeda motor.
Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, menjelaskan bahwa prosedur pengereman yang benar harus dipahami dan dilatih secara rutin agar menjadi kebiasaan saat berkendara.
“Banyak pengendara yang masih memiliki kebiasaan menempatkan jari di tuas rem depan atau tuas kopling saat motor berjalan. Padahal kebiasaan tersebut dapat memicu pengereman mendadak yang berisiko menyebabkan kendaraan kehilangan keseimbangan. Saat berkendara, seluruh jari sebaiknya menggenggam handlebar dengan sempurna dan hanya berpindah ke tuas rem ketika memang diperlukan,” jelasnya.
Dalam kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman, Astra Motor NTB mengingatkan pengendara untuk mengikuti prosedur pengereman yang benar sebagai berikut:
1. Tutup Putaran Gas Terlebih Dahulu
Sebelum melakukan pengereman, pengendara harus menutup putaran gas dengan cara mendorong grip gas sampai habis. Langkah ini bertujuan memutus alisan gas yang tersedia di mesin
2. Gunakan Rem Depan Secara Dominan
Setelah gas tertutup, tarik tuas rem depan secara bertahap menggunakan teknik meremas mulai dari ujung jari kelingking hingga seluruh jari mengikuti tekanan secara progresif. Rem depan berperan sekitar 60–70 persen dalam proses pengereman karena beban kendaraan akan berpindah ke roda depan saat kecepatan berkurang. Teknik ini membantu mencegah roda depan terkunci (locking) yang dapat menyebabkan pengendara terjatuh.
3. Kombinasikan dengan Rem Belakang
Setelah itu gunakan rem belakang sekitar 30–40 persen untuk menjaga kestabilan kendaraan.
• Pada sepeda motor matic, rem belakang dioperasikan dengan menarik tuas rem kiri secara bertahap.
• Pada sepeda motor sport atau manual, rem belakang digunakan dengan menginjak pedal rem menggunakan kaki kanan.
Kombinasi rem depan dan belakang yang tepat akan menghasilkan pengereman yang lebih efektif, stabil dan aman.
4. Persiapan Berhenti Sesuai Jenis Kendaraan
Ketika kecepatan semakin rendah:
• Pada motor matic, pengendara dapat langsung mempersiapkan kaki kiri untuk menopang kendaraan saat berhenti.
• Pada motor sport atau manual, pengendara harus menarik tuas kopling sesaat sebelum motor berhenti sempurna agar mesin tidak mati.
5. Turunkan Kaki Kiri Saat Kendaraan Hampir Berhenti
Saat kecepatan sudah sangat rendah atau kendaraan hampir berhenti, turunkan kaki kiri terlebih dahulu sebagai tumpuan keseimbangan. Posisi ini juga membuat kaki kanan tetap siap mengoperasikan pedal rem belakang apabila diperlukan.
Menurut Satria Wiman Jaya, prosedur sederhana tersebut dapat membantu pengendara menjaga kestabilan kendaraan dan mengurangi risiko kecelakaan akibat pengereman mendadak.
“Keselamatan berkendara dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan dengan benar. Jangan menunggu situasi darurat untuk belajar mengerem. Latih prosedur pengereman yang tepat setiap hari agar menjadi refleks saat menghadapi kondisi yang tidak terduga di jalan raya,” ujarnya.
Melalui semangat #Cari_Aman, Astra Motor NTB terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya teknik berkendara yang aman. Karena pada akhirnya, perjalanan yang nyaman bukan ditentukan oleh seberapa cepat kita sampai, melainkan bagaimana kita bisa sampai di tujuan dengan selamat.
Ingat, jangan hanya jago gas. Pengendara yang hebat adalah pengendara yang tahu kapan dan bagaimana cara mengerem dengan benar. Jago #Cari_Aman Biar Happy! (Tim KM MD Astra Motor NTB)
