Rangkaian silaturahmi kelompok masyarakat yang menamakan diri Laskar Sasak ke beberapa pemangku kebijakan pada Jumat, 3 Juli 2026 merupakan bentuk kepedulian terhadap rakyat Nusa Tenggara Barat dan pemerintahnya. Tak sekadar pernyataan sikap namun dialog.

Sebagai wahana sosial, Laskar Sasak berupaya menjaga jati diri masyarakat yang sedang mengikhtiarkan visi makmur dan mendunia dalam nilai dan gerak warisan leluhur.
Kalimat pembuka salah seorang tokoh Laskar Sasak saat bertemu Kepala Polisi Daerah NTB tegas menyiratkan penerimaan terbuka kepada siapa saja pemimpin dengan penghormatan sikap dan simbol adat budaya agar dapat saling membutuhkan dan membantu dalam membangun daerah.
“Kami menyerahkan simbol penghargaan dan penghormatan kepada pemimpin yang datang dari luar sebagai laku adat dan kebiasaan”, ujar Lalu M. Ali Sadikin, SH., M.Pd di Mapolda NTB.
Kapolda NTB, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., dalam pertemuan tersebut mengucapkan pula penghargaan atas partisipasi masyarakat dalam menjaga Kamtibmas secara bersama sama.
” Kamtibmas memang tidak bisa dilakukan oleh kepolisian sendiri. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama sama menjaga kamtibmas”, ujarnya.
Prosesi adat sekaligus ajang silaturahmi ini menandai pula sikap bersama dalam menyelesaikan persoalan masyarakat di berbagai sektor.
Begitupula saat bertemu Kepala Dinas Pendidikan, Dr Syamsul Hadi, Laskar Sasak meyampaikan apresiasi dan dukungan atas penyelenggaraan pendidikan yang dinilai baik. Terutama ketika anak anak NTB baru saja menyelesaikan tahap penerimaan siswa baru di sekolah sekolah yang ada dalam suasana transparansi dan penegakan regulasi pada siapa saja anak anak NTB yang berhak atas pendidikan yang baik dan berkualitas.
Di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, Laskar Sasak menggugah pemerintah agar semakin baik melakukan tugasnya menjembatani komunikasi pemimpin dan rakyat di era keterbukaan informasi dan demokrasi. Empat tuntutan Laskar Sassk itu diantaranya adalah menjaga wibawa dan marwah pemimpin daerah sekaligus menjaga masyarakat dari dampak judi, rentenir dan pengaruh buruk teknologi digital dan informasi lainnya yang dinilai gagal dilakukan oleh Kepala Dinas saat ini yang cenderung merusak tatanan yang sudah baik.
Seluruh dinamika sosial yang sedang berlangsung, seperti dikatakan Laskar Sasak berujung pada keamanan dan ketertiban masyarakat yang harus dipelihara dalam rangka mewujudkan NTB Makmur Mendunia. Oleh karena itu, pihaknya siap membantu pemerintah untuk kepentingan masyarakat.
Salah satu yang disuarakan Laskar Sasak adalah, situasi perekonomian yang masih mengalami keadaan turbulen, rakyat secara riil dihadapkan pada kenyataan, mesti menjalani kehidupan sehari-hari.
Laskar Sasak menyadari, Pemerintah terus berupaya mengendalikan perekonomian, membuat kebijakan formulasi stimulan ekonomi, untuk tetap stabil.
Namun kenyataan rakyat, banyak diantaranya yang berurusan dengan perusahaan finance dan menghadapi debt collector dengan cara-cara tidak berprikemanusiaan, sehingga menyengsarakan rakyat. Bahwa ada yang wajib diselesaikan oleh customer finance, tetapi perusahaan finance perlu menggunakan cara-cara beradab dalam proses penanganan kemacetan pembayaran atau penagihan.
Ketika Perusahaan Finance dan jejaring debt collector melancarkan usahanya (menagih customer), ada banyak peristiwa mengenaskan dari kisah-kisah peristiwa yang dialami rakyat. Diantaranya, dipaksa datang ke kantor finance, dicaci maki di hadapan anak-anak, keluarga dan orang banyak, dipaksa menandatangani hingga disita asetnya secara serampangan. Tidak berprikemanusiaan. Janganlah biadab, sekali lagi janganlah biadab.
Perusahaan Finance di NTB seperti BFI, LNI, Smart Finance, SMS dan jaringan kerja Debt Collector seperti Global, Minak Djinggo dan lainnya perlu menerapkan standar kerja yang manusiawi dan berkeadilan. Selain itu pula, waktu tenggat dan tenor pun perlu disampaikan secara jelas dan bertanggung jawab dari kedua belah pihak.
Laskar Sasak berharap persoalan ini bisa menjadi atensi semua pihak, menggunakan kepekaan nurani, beradab serta menjunjung tinggi etika sopan santun adat istiadat yang berlaku dalam kehidupan masyarakat NTB.
Selain kalimat apresiasi Kapolda saat menerima anjangsana Laskar Sasak untuk keterlibatannya sebagai mitra Kamtibmas, Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol. FX Endriadi telah menyatakan komitmen agar perlindungan masyarakat menjadi prioritas utama. (Zammi Suryadi, Pegiat Literasi)
