Narasumber sekaligus dewan juri SATU Indonesia Awards 2026,. Dari kiri ke kanan yakni Direktur Utama Tempo Arif Zulkifli, Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan Ir. Tri Mumpuni, aktris sekaligus Pendiri Yayasan Dian Sastrowardoyo Dian Sastrowardoyo, Head of Corporate Communications Astra Windy Riswantyo, serta Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards dan Fasilitator Ecobiz Desa Sejahtera Astra Sasak Ende Lombok Reza Permadi.
Mataram – Semangat membangun Indonesia dari desa kembali digaungkan melalui Bincang Inspiratif SATU Indonesia Awards 2026 yang digelar di Grand Imperial Ballroom, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Mengusung tema “Terhubung Dalam Aksi”, kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian 17th SATU Indonesia Awards 2026 sekaligus mengajak generasi muda menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Selasa (7/7/2026)
Acara tersebut juga disiarkan secara langsung melalui kanal SATU Indonesia dan Young On Top, sehingga dapat diikuti oleh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Sejumlah tokoh nasional hadir sebagai narasumber sekaligus dewan juri SATU Indonesia Awards 2026, yakni Direktur Utama Tempo Arif Zulkifli, Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan Ir. Tri Mumpuni, aktris sekaligus Pendiri Yayasan Dian Sastrowardoyo Dian Sastrowardoyo, Head of Corporate Communications Astra Windy Riswantyo, serta Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards dan Fasilitator Ecobiz Desa Sejahtera Astra Sasak Ende Lombok Reza Permadi.
Direktur Utama Tempo, Arif Zulkifli, menegaskan bahwa kekuatan terbesar anak muda terletak pada keberanian mereka menghadapi persoalan di daerah masing-masing.
Menurutnya, selama menjadi juri SATU Indonesia Awards, sosok-sosok inspiratif yang muncul selalu berasal dari mereka yang memahami persoalan lokal, mengenali potensi daerahnya, kemudian menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
“Anak muda memiliki energi besar, belum terbebani banyak kepentingan, sehingga mampu menjadi penggerak perubahan. Mereka yang memahami persoalan daerah dan berusaha menyelesaikannya melalui solusi lokal adalah karakter yang paling menonjol,” ujarnya.

Sementara itu, Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan, Ir. Tri Mumpuni, mengingatkan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya akan terwujud apabila pembangunan dimulai dari desa.
Ia menilai desa merupakan fondasi utama Indonesia karena menyimpan sumber daya alam, budaya, gotong royong, hingga kearifan lokal yang harus dikembangkan oleh generasi muda.
“Ilmu formal boleh diperoleh di kota, tetapi tempat terbaik untuk menerapkannya justru berada di desa,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Dian Sastrowardoyo. Menurutnya, investasi terbaik adalah investasi terhadap manusia.
Ia mengaku bangga menjadi bagian dari SATU Indonesia Awards karena selama 17 tahun telah melahirkan ratusan anak muda inspiratif yang membawa perubahan di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, teknologi, maupun kewirausahaan.
“Anak muda Indonesia luar biasa. Mereka hanya membutuhkan ruang, kesempatan, dan apresiasi agar semakin banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkap Dian.

, mengatakan tema “Terhubung Dalam Aksi” menjadi simbol pentingnya kolaborasi.
Ia menjelaskan SATU Indonesia Awards bukan sekadar ajang penghargaan, tetapi menjadi wadah pengembangan kapasitas, jejaring, hingga kolaborasi lintas daerah melalui komunitas SATU Indonesia Awards yang kini telah beranggotakan hampir 800 penerima apresiasi.
“Tahun ini para penerima apresiasi juga akan semakin terhubung dengan program Desa Sejahtera Astra sehingga ide-ide mereka dapat langsung diimplementasikan di berbagai desa binaan Astra,” jelasnya.

Sementara itu, Reza Permadi membagikan pengalamannya sebagai penerima SATU Indonesia Awards yang kini aktif mendigitalisasi desa wisata.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi pintu awal berbagai kolaborasi, termasuk mendampingi Desa Sejahtera Astra Sasak Ende di Lombok Tengah dan memperkenalkan budaya Indonesia hingga ke Singapura.
“Yang paling saya rasakan adalah keberlanjutan program. Setelah menerima penghargaan, Astra terus membuka ruang kolaborasi sehingga dampaknya semakin luas bagi masyarakat,” kata Reza.
Bincang Inspiratif SATU Indonesia Awards 2026 diikuti ratusan peserta yang berasal dari mahasiswa, pelajar, pelaku usaha, akademisi, jurnalis, komunitas, pegiat sosial, hingga unsur pemerintah. Kegiatan ini menjadi ajang berbagi inspirasi sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak anak muda yang mampu membawa perubahan bagi Indonesia melalui aksi nyata dari daerah masing-masing. (Tim KM Abdi Mataram)
