Bincang Inspiratif 17th SATU Indonesia Awards 2026 bertajuk "Terhubung Dalam Aksi" Lokasi: Grand Imperial Ballroom Mataram,
Mataram – Semangat kolaborasi dan kepedulian sosial menggema di Grand Imperial Ballroom Mataram, Selasa (7/7/2026), saat ratusan generasi muda dari berbagai kalangan mengikuti Bincang Inspiratif 17th SATU Indonesia Awards 2026 bertajuk “Terhubung Dalam Aksi”. Kegiatan yang digelar Astra ini menjadi bagian dari roadshow nasional untuk menjaring sekaligus menginspirasi lahirnya lebih banyak anak muda yang berkontribusi nyata bagi masyarakat. Selasa (7/7/2026)

Peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, pelajar, pelaku UMKM, akademisi, jurnalis, komunitas, pegiat sosial hingga perwakilan pemerintah. Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara yang juga disiarkan secara langsung melalui kanal SATU Indonesia dan Young On Top sehingga dapat disaksikan masyarakat di seluruh Indonesia.
Bincang inspiratif tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional yang juga menjadi dewan juri SATU Indonesia Awards 2026, yakni Direktur Utama Tempo Arif Zulkifli, Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan Tri Mumpuni, aktris sekaligus Pendiri Yayasan Dian Sastrowardoyo Dian Sastrowardoyo, Head of Corporate Communications Astra Windy Riswantyo, serta penerima SATU Indonesia Awards 2023 sekaligus Fasilitator Ecobiz Desa Sejahtera Astra Sasak Ende Lombok, Reza Permadi.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Abul Khair, yang hadir mewakili Gubernur NTB. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Astra yang secara konsisten memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan karya dan kontribusinya kepada masyarakat.
Menurut Abul Khair, tema “Terhubung Dalam Aksi” sangat relevan dengan kondisi saat ini, ketika masyarakat begitu mudah saling terhubung melalui berbagai platform digital. Namun, menurutnya, tantangan terbesar bukan sekadar terhubung dalam komunikasi, melainkan bagaimana hubungan tersebut diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Indonesia tidak berubah hanya karena orang-orang yang pandai berbicara. Indonesia berubah oleh orang-orang yang mau turun tangan dan menjadi bagian dari solusi. Itulah semangat yang dibawa SATU Indonesia Awards,” ujarnya.
Ia mengatakan, NTB merupakan daerah yang kaya bukan hanya dari sisi keindahan alam dan budaya, tetapi juga memiliki banyak masyarakat yang secara sukarela mengabdikan diri untuk lingkungan sekitar. Mulai dari guru yang mengajar dengan sepenuh hati, pemuda yang mengembangkan UMKM, relawan lingkungan hingga masyarakat yang terus bekerja tanpa pamrih demi kemajuan desa.
Menurutnya, sosok-sosok tersebut merupakan pahlawan lokal yang layak mendapatkan apresiasi karena telah memberikan dampak positif bagi masyarakat meskipun tidak selalu menjadi sorotan publik.
“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Pembangunan akan berhasil apabila ada kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media, komunitas, dan generasi muda. Karena itu kami mengapresiasi Astra yang telah membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat melalui berbagai programnya,” katanya.
Abul Khair juga mengajak generasi muda NTB untuk tidak menunggu menjadi orang besar sebelum mulai berkontribusi.
“Jangan menunggu kaya, jangan menunggu menjadi pejabat atau terkenal untuk memberi manfaat. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten,” pesannya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Astra Lombok, Ivan Pratama, mengatakan SATU Indonesia Awards merupakan salah satu bentuk kontribusi sosial berkelanjutan Astra yang memberikan apresiasi kepada generasi muda, mahasiswa, penggerak desa, hingga Desa Sejahtera Astra yang mampu menghadirkan inovasi bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, Astra saat ini menjalankan program Desa Sejahtera Astra yang telah berkembang di lebih dari 1.500 desa yang tersebar di 35 provinsi di Indonesia. Program tersebut berfokus pada empat bidang utama, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan sebagai bagian dari upaya mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Menurut Ivan, sejak pertama kali diselenggarakan pada 2010, SATU Indonesia Awards telah menjadi wadah bagi generasi muda Indonesia untuk menunjukkan karya dan inovasinya. Hingga tahun 2025, jumlah pendaftar telah mencapai 17.708 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Pertumbuhan jumlah peserta menunjukkan bahwa semakin banyak anak muda Indonesia yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya dan ingin menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang ada,” ujarnya.
Ivan menambahkan, dipilihnya Lombok sebagai salah satu lokasi roadshow SATU Indonesia Awards ke-17 bukan tanpa alasan. Astra melihat NTB memiliki potensi besar dalam melahirkan inovator muda yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami percaya masih banyak mutiara bangsa yang berasal dari Lombok dan Nusa Tenggara Barat. Melalui kegiatan ini kami berharap semakin banyak generasi muda NTB yang berani menunjukkan karya terbaiknya dan mengikuti SATU Indonesia Awards,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ivan juga memperkenalkan delapan Grup Astra yang beroperasi di wilayah Lombok, di antaranya Astra Motor, Serasi Autoraya (TRAC), FIF Group, Astra Credit Companies, United Tractors, Toyota Astra Financial Services, Astra Graphia, serta Asuransi Astra. Selain menjalankan kegiatan bisnis, perusahaan-perusahaan tersebut juga aktif melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat di NTB.
Salah satu program unggulan yang telah berjalan di Lombok adalah Ecobiz Desa Sejahtera Astra Sasak Ende yang berhasil mendorong pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal sekaligus pelestarian budaya.
Melalui pelaksanaan Bincang Inspiratif ini, Astra berharap semakin banyak generasi muda NTB yang tergerak untuk menghadirkan inovasi, membangun daerahnya, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. Sejalan dengan tema “Terhubung Dalam Aksi”, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat semangat kolaborasi sehingga semakin banyak anak muda yang tidak hanya memiliki gagasan besar, tetapi juga mampu mewujudkannya dalam aksi nyata demi kemajuan Indonesia. (Tim KM Abdi Mataram)
