Mataram– Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) Provinsi Nusa Tenggara Barat tampak lebih sibuk dari biasanya pada Kamis (9/7/2026). Tiga kegiatan strategis berlangsung secara bersamaan sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan daya saing pelaku UMKM di NTB.
Di Ruang Inkubator Olahan Makanan dan Minuman, berlangsung kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diikuti sekitar 30 peserta dari kalangan UMKM. Mengusung tema “Optimalisasi Produksi dan Nilai Tambah Tepung Mocaf sebagai Bahan Pangan Herbal Gluten Free Berbasis UMKM”, kegiatan ini menghadirkan sosialisasi dan pelatihan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan pelaku usaha dalam mengembangkan produk pangan sehat bernilai tambah. Kegiatan ini bersifat terbuka dan tidak dipungut biaya sehingga diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi produk berbasis potensi lokal.
Sementara itu, di Ruang Tata Boga, Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) DPC Kota Mataram menggelar Cooking Class sebagai bagian dari program kerja organisasi tahun 2026. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan wawasan, motivasi, sekaligus meningkatkan kompetensi para pelaku UMKM di bidang tata boga. Dengan menghadirkan host dari panitia penyelenggara, kegiatan berlangsung interaktif dan menjadi wadah berbagi pengalaman serta pengembangan keterampilan kuliner bagi para peserta.
Di waktu yang sama, Aula Inovasi di lantai dua menjadi lokasi pelaksanaan hari terakhir Pelatihan Penyusunan Business Plan bagi Calon Tenant Pra Inkubasi Bisnis. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, sejak 8 hingga 9 Juli 2026 ini, membekali peserta dengan kemampuan menyusun rencana bisnis yang sistematis, terukur, dan berorientasi pada pengembangan usaha yang berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses inkubasi bisnis untuk mencetak wirausaha baru yang tangguh dan siap bersaing.
Padatnya agenda pada hari ini menunjukkan peran strategis PLUT KUMKM NTB sebagai pusat layanan, pembinaan, dan pengembangan UMKM. Berbagai program yang dilaksanakan secara berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat ekosistem kewirausahaan di Nusa Tenggara Barat serta melahirkan pelaku usaha yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional. (Tim PPID DIskop UKM NTB)
