Seorang pendaki remaja bernama I G A (17) , warga Desa Karang Tangkeban, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, dilaporkan meninggal dunia setelah jatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 100 meter di atas Shelter Kebun Jeruk (Sebelum Banyu Urip), jalur pendakian Torean, Gunung Rinjani, pada Senin (27/7) malam. Korban bersama rombongannya diketahui mulai mendaki sejak Minggu (26/7).
Kantor SAR Mataram menerima laporan insiden tersebut dari seorang anggota Polhut bernama Gede sesaat setelah kejadian. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue dari Kantor SAR Mataram dan Unit Siaga SAR Bangsal langsung diberangkatkan ke lokasi dengan membawa perlengkapan lengkap, meliputi peralatan mountaineering, evakuasi, komunikasi, medis, serta pendukung lainnya.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, melalui Koordinator Unit Siaga SAR Bangsal, I Gusti Komang Aryadana, menjelaskan bahwa tim tiba di pintu masuk jalur Torean pada Selasa (28/7) dini hari untuk berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dan pihak kepolisian.
Pukul 10.30 Wita,TNGR, Unit SAR Lombok Timur, EMHC, Damkar Lombok Timur, porter, relawan, pihak keluarga, serta unsur terkait lainnya berhasil mengangkat korban dari dasar jurang dalam kondisi meninggal dunia dan dibawa menuju shelter Kebun Jeruk. Selanjutnya jenazah dibawa turun menuju Pintu Pendakian Torean.
“Kami melakukan pendakian untuk membantu proses evakuasi secara estafet bersama unsur SAR gabungan yang sebelumnya telah melakukan evakuasi dari dasar jurang,” ujar Gusti, Selasa (28/7).
Gusti menambahkan, pada pukul 16.20 Wita jenazah tiba di tujuan dan dibawa ke Puskesmas Senaru guna penanganan lebih lanjut.
Operasi SAR ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, antara lain Tim Rescue Kantor SAR Mataram dan Unit Siaga SAR Bangsal, TNGR Torean, Polsek Bayan & Koramil Bayan, Unit SAR Lombok Timur, EMHC Sembalun, Damkar Lombok Timur, Porter, relawan, pihak keluarga, dan warga setempat serta pihak terkait lainnya. (Tim KM Mataram)
