Moyo Hilir, 24 Oktober 2026 — MAN 2 Sumbawa menjadi tuan rumah kegiatan Pemutaran Film dan Diskusi yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan Lembaga Analisis dan Kajian Kebudayaan Daerah (LINKKAR), Sabtu malam (24/10/2026), mulai pukul 20.00 WITA hingga selesai.
Dalam kegiatan tersebut, dua film budaya yang ditayangkan adalah Berempuk dan Kemaki. Kedua film ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan mengangkat kekayaan budaya daerah melalui media audiovisual yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Menariknya, film-film tersebut turut melibatkan sejumlah tenaga pendidik dan warga yang memiliki keterkaitan dengan MAN 2 Sumbawa. Di antaranya M. Isnaini, S.Pd., selaku pembina seni, serta Sabaruddin, S.Pd., guru Bahasa Inggris sekaligus pembina dan pelatih olahraga boxer. Keterlibatan mereka memperlihatkan bahwa guru tidak hanya berperan dalam kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga dapat berkontribusi dalam pengembangan seni, olahraga, dan pelestarian kebudayaan daerah.
Selain itu, sejumlah alumni MAN 2 Sumbawa, yakni Rudi Suryadi dan Mega, Lahisa Hermansyah dll turut mengambil bagian dalam film tersebut. Keterlibatan juga datang dari para siswa MAN 2 Sumbawa yang saat ini duduk di kelas XI Haromain dan juan serta nurdin kelas X. Kolaborasi antara guru, alumni, dan siswa ini menjadi hal menarik karena mempertemukan berbagai generasi dalam sebuah karya yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal.
Kegiatan pemutaran film dilanjutkan dengan diskusi yang menghadirkan tiga narasumber, yaitu Junaidi Latief, S.Pd., M.Pd., CEO Rajasua Production sekaligus Kabid SMP di Diknas Kab. Sumbawa; Qadimullah, S.Sos., budayawan; serta Sudrajat Martadinata, SE., M.S.A., akademisi. Adapun sambutan pengantar disampaikan oleh Amilan Hatta, M.Si., selaku Direktur Eksekutif LINKKAR.
Diskusi tersebut menjadi ruang untuk bertukar pandangan, memperdalam pemahaman terhadap pesan film, serta membahas pentingnya menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah di tengah perubahan zaman. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya menikmati film sebagai hiburan, tetapi juga mampu memahami nilai sosial, identitas, dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala MAN 2 Sumbawa, Ahmad Japar, S.Pd., bersama jajaran wakil kepala madrasah, guru, pembina ekstrakurikuler, dan pegawai.
Jajaran wakil kepala madrasah yang hadir antara lain Nurjannah, S.Ag., Sri Latifah, S.Pd., dan Bung Akhir, S.Ag. Turut hadir pula guru dan pembina ekstrakurikuler, yakni Hilaluddin, SS., Yuli Andriani, S.Pd., Syariefuddin, S. PdI Nurrahmatullah, S.Pd., Agus Kurniawan, S. Ag, dan sejumlah guru serta pembina ekstrakurikuler lainnya. Dari unsur kepegawaian, hadir Tamtiana, S.Pd., Suhardi, A.Md., serta pegawai lainnya.
Kehadiran keluarga besar MAN 2 Sumbawa dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan literasi, seni, dan kebudayaan. Kolaborasi ini sekaligus menunjukkan bahwa madrasah memiliki ruang yang luas untuk mendukung kreativitas peserta didik, mengembangkan potensi seni, serta menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah.
Melalui pemutaran film Berempuk dan Kemaki, diharapkan semakin tumbuh kesadaran generasi muda untuk mengenal, menghargai, dan melestarikan tradisi serta kebudayaan Samawa. Keterlibatan guru, alumni, dan siswa juga diharapkan menjadi inspirasi bagi lahirnya karya-karya kreatif yang mampu memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas.
Kerja sama MAN 2 Sumbawa dengan LINKKAR ini menjadi langkah positif dalam memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan komunitas kebudayaan. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas, karakter, dan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.
(Humas MAN 2 Sumbawa)
#MAN2Sumbawa #LINKKAR #Berempuk #Kemaki #FilmBudaya #BudayaSamawa #LiterasiBudaya #PelestarianBudaya
