Mataram – Dinas Koperasi UKM Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar apel pagi di halaman Kantor Diskop UKM NTB, Kamis (8/1/2026). Apel tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Fasilitasi Pembiayaan Simpan Pinjam (FPSP), Baiq Ayu Juita Mayasari.
Dalam amanatnya, Baiq Ayu menyampaikan apresiasi atas tingkat kehadiran pegawai yang dinilai cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa pegawai yang terlambat maupun berhalangan hadir karena alasan kesehatan. Ia mengingatkan agar ke depan tingkat kedisiplinan, khususnya ketepatan waktu, dapat terus ditingkatkan.
Terkait sistem absensi, Baiq Ayu menjelaskan bahwa saat ini masih terdapat toleransi akibat kendala teknis dan penyesuaian sistem, termasuk adanya penambahan pegawai. Namun demikian, ia menegaskan agar kondisi tersebut tidak dimanfaatkan untuk bersikap tidak disiplin. Pegawai yang mengalami keterlambatan diharapkan tetap mengikuti prosedur dengan mengajukan izin dan mencatat waktu akses absensi sesuai ketentuan.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya aktivasi akun Coretax bagi seluruh pegawai. Aktivasi tersebut diperlukan untuk mendukung pengisian SPT dan administrasi perpajakan. Baiq Ayu berharap seluruh pegawai telah melakukan aktivasi sebelum batas waktu yang telah ditetapkan.
Pada kesempatan yang sama, Baiq Ayu turut mengingatkan terkait pengisian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Ia menyampaikan bahwa pengisian dan pelengkapan SKP bulan Januari masih dapat dilakukan hingga tanggal 10 Januari 2026. Setelah tanggal tersebut, sistem akan ditutup dan tidak dapat dilakukan perubahan. Ia mengimbau pegawai untuk memastikan SKP telah dinilai oleh atasan masing-masing agar tidak berdampak pada proses pencetakan SKP di akhir tahun.
Memasuki tahun 2026, Baiq Ayu juga memberikan motivasi kepada seluruh pegawai dengan mengutip pesan Gubernur NTB terkait penguatan sumber daya manusia. Menurutnya, terdapat lima hal penting yang perlu diterapkan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), yaitu peningkatan kapasitas, peningkatan kualitas, penguatan personal branding, perluasan akses jaringan, dan pemanfaatan digitalisasi.
Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2026 Diskop UKM NTB direncanakan akan memberikan pelatihan peningkatan kapasitas bagi ASN, khususnya untuk memperdalam pemahaman mengenai koperasi dan UMKM. Selain itu, kualitas diri ASN juga perlu ditingkatkan dengan menjunjung nilai-nilai BerAKHLAK, berorientasi pada pelayanan masyarakat, serta memperkuat kerja sama dan kolaborasi tim.
Dalam aspek personal branding, Baiq Ayu menekankan pentingnya membangun citra positif melalui kedisiplinan, etos kerja, dan kinerja yang baik. Menurutnya, personal branding yang kuat akan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan lingkungan kerja.
Lebih lanjut, ia mengajak ASN untuk memperluas akses jaringan dan kemitraan sebagai upaya mengatasi keterbatasan anggaran, serta memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital. Baiq Ayu menyoroti pentingnya literasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai alat bantu kerja yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
“Digitalisasi bukan hanya untuk koperasi dan UMKM, tetapi juga harus kita terapkan dalam pekerjaan kita sehari-hari sebagai ASN,” ujarnya.
Menutup amanatnya, Baiq Ayu berharap seluruh pegawai Diskop UKM NTB dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan profesional di tahun 2026, sejalan dengan harapan pimpinan daerah dan tuntutan pelayanan publik yang semakin berkembang. (Tim PPID DIskop UKM)
