Mataram – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Rapat Kerja (Raker) dalam rangka pemantapan program kerja tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (29/4) mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai, bertempat di Ruang Sangkareang, Kantor Gubernur NTB.
Rapat kerja tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, bersama Wakil Ketua Windi Marlini Abul Chair. Turut mendampingi Ketua Harian Dekranasda NTB Lalu Wiranata, Wakil Ketua Harian H. Wirawan (Kepala Dinas Koperasi UKM NTB), serta seluruh jajaran anggota Dekranasda NTB.
Selain menjadi forum evaluasi dan perumusan program strategis, rapat ini juga menjadi momentum perkenalan resmi Windi Marlini Abul Chair sebagai Wakil Ketua Dekranasda NTB. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat struktur organisasi, memperluas jejaring kerja sama, serta mendorong percepatan pengembangan sektor kerajinan di daerah.
Dalam rapat tersebut, ditekankan pentingnya memastikan setiap program Dekranasda berjalan secara terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM kerajinan di Nusa Tenggara Barat. Koordinasi lintas sektor, penguatan sinergi, serta efektivitas pelaksanaan program menjadi fokus utama pembahasan.
Ketua Harian Dekranasda NTB menegaskan bahwa kolaborasi antara Dekranasda dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan perlu terus diperkuat. Dukungan kebijakan, fasilitasi promosi, hingga akses pembiayaan dinilai sebagai faktor kunci dalam meningkatkan daya saing sektor kerajinan daerah.
Rapat kerja ini menghasilkan komitmen bersama untuk mempercepat implementasi program prioritas, yang berfokus pada pemberdayaan perajin, peningkatan nilai tambah produk, serta perluasan akses pasar. Dengan langkah yang terstruktur dan kolaboratif, Dekranasda NTB optimistis sektor kerajinan dapat menjadi salah satu pilar utama penggerak ekonomi daerah.
Melalui kerja nyata dan sinergi yang solid, Dekranasda NTB diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mewujudkan Nusa Tenggara Barat yang makmur dan berdaya saing global. (Tim KM Mataram)
