LOMBOK BARAT — Astra Motor NTB terus memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi lokal. Kali ini, Astra Motor NTB menggelar
pelatihan bagi puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan di Desa Bengkaung, Kabupaten Lombok Barat. Jumat (18/9/2026)
Mengusung tema “Bersama Mengembangkan Potensi Lokal Menuju UMKM Naik Kelas”, kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Bengkaung dan menjadi bagian dari rangkaian program menuju Desa Sejahtera Astra.
Dalam kegiatan tersebut, Astra Motor NTB berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Bengkaung serta menghadirkan instruktur dari Bale Kita. Pelatihan diikuti puluhan pelaku UMKM dari berbagai jenis usaha dan turut dihadiri jajaran manajemen Astra Motor NTB.
Tak hanya pelatihan, kegiatan juga diramaikan dengan layanan servis murah serta pameran produk sepeda motor dari salah satu jaringan Astra Motor, yakni Astra Motor Brawijaya, yang memperkenalkan model terbaru Honda Vario 160.
Perwakilan Astra Motor NTB, Ivan Pratama, selaku Admin Finance Manager Astra Motor NTB, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari program pemberdayaan masyarakat di Desa Bengkaung.
“Jadi hari ini kita mengadakan agenda kelanjutan dari pelatihan, terutama di Desa Bengkaung, dimana Desa Bengkaung ini akan menjadi Desa Sejahtera Astra,” ujar Ivan.
Menurutnya, program tersebut merupakan langkah nyata Astra Motor dalam mengembangkan Desa Bengkaung melalui pilar kewirausahaan. Sebelumnya, Astra juga telah melaksanakan program pada sektor kesehatan dengan memberikan pelatihan kepada kader Posyandu.
Ivan menjelaskan, konsep Desa Sejahtera Astra dibangun melalui empat pilar utama, yakni kesehatan, kewirausahaan, lingkungan, dan pendidikan.
“Ini pilar kedua, dan nanti pilar ketiga dan pilar keempat kita akan lakukan di tanggal 25 September,” katanya.
Pada pilar kewirausahaan, Astra Motor memberikan perhatian terhadap peningkatan kapasitas pelaku UMKM. Materi pelatihan tidak hanya berisi motivasi, tetapi juga berbagi pengalaman dari pelaku usaha yang telah mandiri, strategi pemasaran, hingga pengembangan kemasan dan branding produk.
“Harapannya dengan adanya acara kali ini bisa menambah kompetensi dan wawasan masyarakat di Desa Bengkaung terkait pelaku UMKM dan usaha mereka sendiri,” jelas Ivan.
Ia menambahkan, UMKM yang mengikuti pelatihan berasal dari berbagai jenis usaha. Astra Motor menargetkan sekitar 50 pelaku UMKM dapat menjadi bagian dari program tersebut.
Yang menarik, Desa Bengkaung menjadi desa pertama yang diinisiasi sebagai Desa Sejahtera Astra binaan Astra Motor.
Ivan menyebut, dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia yang memiliki main dealer Astra Motor, inisiatif tersebut menjadi langkah pertama Astra Motor dalam mengembangkan konsep Desa Sejahtera Astra secara langsung melalui jaringan main dealer.
“Binaan Astra Motor ini yang pertama kali. Desa Bengkaung ini menjadi Desa Sejahtera Astra binaan Astra Motor,” ungkapnya.
Pemilihan Desa Bengkaung bukan tanpa alasan. Astra Motor telah melakukan pendampingan di desa tersebut sejak 2020, salah satunya melalui pengembangan UMKM Madu Trigona.
Dari pengalaman tersebut, Astra melihat adanya potensi pengembangan yang lebih luas, bukan hanya pada sektor kewirausahaan, tetapi juga dapat dikembangkan secara terintegrasi melalui pilar kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.
“Manajemen pusat melihat bahwa ini punya dampak ke depan. Tidak hanya di pilar wirausaha, tapi juga pilar yang lain. Jadi kenapa Desa Bengkaung yang dipilih,” terang Ivan.
Sementara itu, Kepala Desa Bengkaung H. Faizul Bayani mengatakan Desa Bengkaung memiliki sejumlah potensi UMKM yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
Salah satu yang paling dikenal adalah Madu Trigona. Selain itu, terdapat UMKM yang bergerak dalam produksi arang dari tempurung kelapa.
“Pembuat arang dari tempurung kelapa. Itu seluruh arang yang dipakai oleh lesehan di Lombok ini hampir semuanya dari sini,” kata Faizul.
Selain produksi arang dan madu trigona, masyarakat Desa Bengkaung juga memiliki usaha pembuatan tusuk sate yang berada di salah satu dusun. Sebagian masyarakat lainnya juga mengembangkan produksi gula aren.
Menurut Faizul, pelatihan yang digelar Astra Motor tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kemampuan dan wawasan pelaku UMKM.
“Pelatihan ini sangat luar biasa. Kami harapkan tentu ada arah-arahan untuk pengembangan UMKM, sehingga apa yang dibutuhkan masyarakat bisa didiskusikan dan diakomodir,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Astra yang telah memberikan perhatian terhadap masyarakat Desa Bengkaung melalui berbagai bidang, mulai dari UMKM, pendidikan hingga sanitasi.
Faizul berharap program Desa Sejahtera Astra tidak berhenti pada tahap awal, tetapi terus berlanjut dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat Desa Bengkaung.
“Program ini kami harapkan terus berlanjut. Betul-betul apa yang menjadi niatan Astra dan menjadi harapan masyarakat bisa bertemu dan berkembang,” harapnya.
Menurutnya, sejumlah dukungan Astra bahkan telah menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, termasuk membantu persoalan fasilitas air desa serta dukungan sarana pendidikan untuk taman kanak-kanak.
Bagi Pemerintah Desa Bengkaung, program tersebut menjadi momentum penting untuk mempercepat pengembangan potensi desa. Dengan mengintegrasikan empat pilar Desa Sejahtera Astra, Bengkaung diharapkan tidak hanya memiliki UMKM yang berkembang, tetapi juga masyarakat yang semakin berdaya di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan dan ekonomi.
Program pemberdayaan tersebut selanjutnya akan memasuki tahapan berikutnya pada 25 September, dengan agenda penguatan pilar lingkungan dan pendidikan sebagai bagian dari rangkaian menuju Desa Sejahtera Astra. (Tim KM Abdi Mataram)
