MATARAM — Hello sahabat Koperasi dan UMKM NTB! Program Desa Berdaya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menyasar masyarakat penerima manfaat yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
Hal tersebut terlihat saat Tim PPID Dinas Koperasi UKM NTB, Asrobi Abdihi, bersama tiga orang Pendamping Desa Berdaya untuk wilayah Pagutan Timur, melakukan kunjungan kepada salah satu Penerima Manfaat (PM) Program Desa Berdaya, Rujiah (51), warga Kampung Petemon, Kelurahan Pagutan Timur, Kota Mataram, Rabu (16/9/2026).
Rujiah merupakan seorang perempuan paruh baya yang telah menjadi muallaf. Ia memiliki tujuh orang anak. Dari tujuh anak tersebut, dua orang telah menikah, dua orang bekerja sebagai TKI di Malaysia, sementara satu anak lainnya masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar.
Suami Rujiah telah meninggal dunia sekitar enam tahun lalu. Sejak saat itu, kebutuhan keluarga banyak bergantung pada kiriman anak-anaknya yang bekerja di Malaysia. Sementara dua anak lainnya bekerja sebagai tukang potong ayam di wilayah Petemon.
Saat ini, Rujiah tinggal bersama dua anggota keluarganya di rumah milik sendiri yang merupakan peninggalan mertuanya.
Di tengah keterbatasan tersebut, Rujiah memiliki keinginan untuk bangkit secara ekonomi dengan membuka usaha laundry. Ia berencana memanfaatkan sebuah ruko milik keluarganya yang berada di pinggir jalan sebagai tempat usaha.
Menurut Rujiah, peluang usaha laundry cukup terbuka karena di sekitar lokasi terdapat banyak rumah kos. Karena itu, ia berharap bantuan sebesar Rp7 juta melalui Program Desa Berdaya dapat direalisasikan untuk menjadi modal awal membuka usaha laundry tersebut.
“Keinginan saya membuka usaha laundry. Lokasinya di ruko milik keluarga yang berada di pinggir jalan. Di sekitar sini juga banyak kos-kosan,” ujar Rujiah.
Usaha laundry tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi Rujiah untuk memperoleh penghasilan mandiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada kiriman anak.
Keluarga Rujiah tercatat masuk dalam desil 2 dan telah melalui proses verifikasi dan validasi (verval) pada Januari 2026. Pendamping Desa Berdaya juga terus melakukan pendampingan agar rencana pengembangan usaha yang akan dijalankan dapat dipersiapkan dengan baik.
Program Desa Berdaya diharapkan tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk memiliki usaha produktif yang dapat menjadi sumber penghasilan berkelanjutan bagi keluarga.
Kisah Rujiah menjadi salah satu gambaran bahwa di tengah keterbatasan, masih terdapat semangat untuk berusaha dan membangun kemandirian ekonomi keluarga melalui peluang usaha yang ada di lingkungan sekitar. (Tim KM Abdi Mataram)
