Mataram (27/07/2026) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram mengikuti secara daring Launching Program SAPA SEMESTA (Sadar Pangan Aman, Sistematis, Ekosistem, Masif, Efektif, Sinergi, Terintegrasi, dan Aksesibel) UMK Pangan Olahan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan POM pada Senin (27/7). Kegiatan nasional ini dihadiri oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kepala Badan POM RI, Rektor Universitas Padjadjaran, serta Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem pembinaan UMK pangan olahan di Indonesia.
Program SAPA SEMESTA merupakan model pendampingan UMK pangan olahan yang mengedepankan kolaborasi Academia–Business–Government (ABG). Melalui sinergi perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah, program ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kapasitas pelaku UMK, mendukung pemenuhan aspek keamanan, mutu, dan legalitas produk, serta memperluas akses pemasaran.
Sebagai implementasi program di wilayah Nusa Tenggara Barat, khususnya Pulau Lombok, Kepala BBPOM di Mataram Yogi Abaso Mataram, S.Si, Apt. menyerahkan 10 Nomor Izin Edar (NIE) Pangan Olahan kepada 9 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang telah berhasil memenuhi seluruh persyaratan registrasi. “Penyerahan NIE ini menjadi bukti nyata keberhasilan pendampingan yang dilakukan BBPOM di Mataram bersama para mitra dalam mendorong UMK menghasilkan produk pangan olahan yang aman, bermutu, dan memiliki legalitas untuk dipasarkan secara lebih luas,” ujar Yogi
Melalui Program SAPA SEMESTA, BBPOM di Mataram berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan dan pendampingan kepada UMK pangan olahan melalui kolaborasi lintas sektor. Diharapkan semakin banyak produk pangan olahan asal Nusa Tenggara Barat yang memperoleh Nomor Izin Edar Badan POM sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi, mampu menembus pasar yang lebih luas, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Tim KM BBPOM)
