Kepala Dinas PMPD Dukcapil Provinsi NTB yang dalam hal ini diwakilkan oleh Kepala Bidang APD bapak Supri Karyadi, S.IP dan di dampingi ibu Lin melaksanakan Rapat Koordinasi Percepatan Verifikasi dan Validasi (Verivali) Percepatan Pendataan KK Miskin Ekstrem di Kabupaten Lombok Utara Bersama 14 Sumber Daya Manusia Pendamping Desa Berdaya dan 5 Pengawas dari Pendamping PKH, pertemuan ini berlansung di AULA dinas DPPKBPMD KLU pada hari senin 2 Februari 2026 tepat pukul 10.30 Wita.

LOMBOK UTARA – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMPD Dukcapil) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang diwakili oleh Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan dan Desa (APD) Bapak Supri Karyadi, S.IP, memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Verifikasi dan Validasi (Verivali) Percepatan Pendataan Keluarga Miskin Ekstrem di Kabupaten Lombok Utara. Rapat ini dihadiri oleh 14 Sumber Daya Manusia (SDM) Pendamping Desa Berdaya Transformatif dan 5 Pengawas dari Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Rapat yang berlangsung di Kabupaten Lombok Utara ini bertujuan untuk mempercepat proses verifikasi dan validasi data keluarga miskin ekstrem di wilayah tersebut. Bapak Supri Karyadi menekankan pentingnya akurasi data untuk memastikan bantuan tepat sasaran. “Verivali ini harus dilakukan dengan teliti dan transparan, sehingga data yang diperoleh dapat akurat dan dapat digunakan sebagai dasar untuk memberikan bantuan kepada masyarakat miskin ekstrem,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bapak Supri Karyadi juga menjelaskan bahwa pendataan keluarga miskin ekstrem ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Oleh karena itu, kita harus bekerja sama untuk memastikan bahwa data yang diperoleh akurat dan dapat digunakan untuk memberikan bantuan yang tepat sasaran,” tambahnya.
Rapat ini juga membahas tentang strategi dan teknis pelaksanaan verivali, termasuk penggunaan teknologi informasi untuk mempercepat proses pendataan. Para peserta rapat juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam melaksanakan verivali di lapangan.
Kepala Bidang APD Bapak Supri Karyadi juga mengapresiasi kerja keras para pendamping desa berdaya dan pengawas PKH dalam melaksanakan pendataan keluarga miskin ekstrem di Kabupaten Lombok Utara. “Kerja keras dan dedikasi kalian sangat penting dalam upaya mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Rapat ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas data dan mempercepat proses bantuan kepada masyarakat miskin ekstrem di Lombok Utara. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan di wilayah tersebut. Dalam kesempatan ini, Bapak Supri Karyadi juga mengajak para peserta rapat untuk terus bekerja sama dan berinovasi dalam melaksanakan program-program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kita harus terus bekerja sama dan berinovasi untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan,” tutupnya.
Dari hasil pertemuan ini didapatkan informasi bahwa progress pendataan rata-rata sudah diatas 90 % dengan rincian sebagai berikut : Desa Bayan (Dampingan 150, Submite 118, Approve 70), Desa Senaru (Dampingan 150, Submite 147, Approve 143), Desa Gumantar (Dampingan 150, Submite 142, Approve 142), Desa Sigar Penjalin (Dampingan 100, Submite 95, Approve 95) dan Desa Malaka(Dampingan 150, Submite 144, Approve 139).
Selama proses verivali, para pendamping desa bberdaya transformatif menyampaikan beberapa hal terkait kendala dan masalah yang dihadapi seperti cuaca eksrtim akibat diguyur hujan lebat sehingga akses jalan rusak parah, ada juga warga yang berada di luar daerah dengan alasan bekerja tidak tetap dan ada pula yang bekerja dengan beternak di atas gunung dan susah ditemui dirumah, selain itu tidak ada kendala yang ditemukan. Problemnya hanya terdapat pada pelaporan melalui link yang isiannya masih rendah berdasarkan hasil pantauan sementara.
Sehingga rapat koordinasi ini berlangsung dengan lancar dan sukses, dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat miskin ekstrem di Kabupaten Lombok Utara.
