Mataram – Mewakili Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB, Fungsional Pengawas Koperasi Ahli Pertama, Safira Dwi Tyas Putri, menghadiri kegiatan rilis resmi data statistik oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat yang digelar di Kantor BPS NTB, Senin (4/5/2026).
Dalam rilis tersebut, BPS menyampaikan perkembangan terkini perekonomian NTB yang mencakup lima indikator utama, yakni inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), sektor pariwisata, transportasi, serta kinerja ekspor dan impor.
Berdasarkan data yang dipaparkan, tingkat inflasi Provinsi NTB pada April 2026 secara month to month (m-to-m) tercatat mengalami deflasi sebesar -0,11 persen, sementara secara year to date (y-to-y) berada di angka 3,27 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya stabilitas harga dengan kecenderungan penurunan pada bulan berjalan.
Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) pada April 2026 tercatat sebesar 128,00 atau mengalami penurunan sebesar 1,48 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini menjadi salah satu indikator yang perlu dicermati dalam menjaga kesejahteraan petani di daerah.
Sementara itu, sektor pariwisata menunjukkan tren positif. Jumlah tamu yang menginap di hotel berbintang pada Maret 2026 meningkat sebesar 2,92 persen menjadi 87.816 orang. Kenaikan yang lebih signifikan terjadi pada hotel non-berbintang dan akomodasi lainnya yang tumbuh 11,34 persen menjadi 110.249 orang.
Dari sisi transportasi, mobilitas masyarakat juga mengalami peningkatan. Penumpang angkutan laut yang datang tercatat naik 39,84 persen menjadi 69.918 orang, sementara yang berangkat meningkat 49,44 persen menjadi 67.866 orang. Komoditas utama yang dibongkar melalui jalur laut meliputi semen, batu bara, dan BBM, sedangkan komoditas yang dimuat didominasi oleh jagung, batu bara, serta general cargo.
Untuk angkutan udara, jumlah penumpang yang datang pada Maret 2026 meningkat 44,58 persen menjadi 122.752 orang, sedangkan penumpang berangkat naik 26,87 persen menjadi 100.136 orang, mencerminkan geliat aktivitas ekonomi dan perjalanan yang semakin pulih.
Pada sektor perdagangan luar negeri, nilai ekspor NTB pada Maret 2026 mencapai US$ 567.574.022, sedangkan nilai impor tercatat sebesar US$ 12.790.265. Dengan demikian, neraca perdagangan Provinsi NTB mengalami surplus yang signifikan sebesar US$ 554,78 juta.
Kehadiran Safira Dwi Tyas Putri dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Dinas Koperasi UKM NTB dalam mengikuti perkembangan data strategis daerah, sebagai dasar perumusan kebijakan yang tepat sasaran, khususnya dalam mendukung pertumbuhan koperasi dan UMKM di Nusa Tenggara Barat.
(Tim PPID Diskop UKM NTB)
