Mataram – Hello sahabat Koperasi dan UMKM NTB! Dinas Koperasi UKM Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui PLUT KUMKM NTB kembali menghadirkan ruang dialog inspiratif bagi masyarakat melalui Podcast PLUT NTB yang digelar dalam dua sesi pada Rabu (17/6/2026). Mengangkat tema besar pelestarian budaya dan pemberdayaan generasi muda, podcast ini menghadirkan para duta budaya muda NTB yang aktif mengampanyekan kecintaan terhadap warisan bangsa melalui berbagai advokasi kreatif dan edukatif.
Pada Sesi 1: “Generasi Muda Penjaga Budaya Nusantara”
Dipandu oleh Santi Meitasari, sesi pertama menghadirkan tiga sosok muda inspiratif yang berkomitmen menjaga dan mengembangkan budaya Indonesia di tengah arus modernisasi.
Narasumber pertama, Anggi Kirana Prabita, Winner Puteri Kebaya NTB 2026, mengusung advokasi #berSENIdenganKebaya. Melalui gerakan ini, Anggi mendorong kreativitas anak muda dalam berkesenian, melestarikan kebaya sebagai identitas budaya, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan para pengrajin lokal.
Selanjutnya, Nazwa Mudrika, Winner Puteri Kebaya Remaja NTB 2026, memperkenalkan advokasi BERSINAR (Bersama Melestarikan Budaya Nusantara). Ia menekankan pentingnya pelestarian budaya melalui edukasi, inovasi, dan adaptasi kreatif agar nilai-nilai budaya tetap relevan dan dicintai generasi masa kini.
Sementara itu, Destari Nazwa Nareswari, Runner Up 2 Puteri Kebaya Remaja NTB 2026, mengangkat pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air dan budaya sejak usia dini. Menurutnya, pendidikan budaya menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa yang bangga terhadap identitas nasional.
Pada Sesi 2: “Budaya Bernilai, Generasi Berkarya”
Pada sesi kedua yang dipandu oleh Safira Putri, diskusi berlanjut dengan tema “Budaya Bernilai, Generasi Berkarya”, yang menyoroti bagaimana budaya dapat menjadi sumber inspirasi, kreativitas, dan peluang ekonomi bagi generasi muda.
Hadir sebagai narasumber, Arista Widia, Regional Director Puteri Kebaya NTB 2026, kembali memperkuat kampanye #berSENIdenganKebaya. Ia menegaskan bahwa kebaya bukan sekadar busana tradisional, tetapi juga simbol identitas budaya yang mampu mendorong tumbuhnya industri kreatif dan meningkatkan kesejahteraan para pengrajin lokal.
Narasumber berikutnya, Hurul In, Runner Up 2 Puteri Kebaya NTB 2026, mengangkat advokasi “Modernisasi dan Literasi Budaya untuk Mencegah Pernikahan Dini”. Ia menjelaskan pentingnya membangun kesadaran generasi muda melalui pemahaman budaya yang kuat serta literasi yang memadai agar mampu menghadapi berbagai tantangan sosial di era modern.
Sementara itu, Baiq Almira Ghina Apriyanti, Runner Up 1 Puteri Kebaya Remaja NTB 2026, mengusung advokasi “Aksi Nyata Generasi Muda Berbudaya”. Melalui berbagai kegiatan positif, ia mendorong anak muda untuk tidak hanya memahami budaya, tetapi juga aktif terlibat dalam pelestarian dan pengembangannya di lingkungan masing-masing.
Melalui penyelenggaraan Podcast PLUT NTB, Dinas Koperasi dan UKM NTB berharap dapat memperluas wawasan masyarakat mengenai pentingnya menjaga warisan budaya sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Kehadiran para Puteri Kebaya NTB dan Puteri Kebaya Remaja NTB 2026 menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai penjaga identitas bangsa sekaligus motor penggerak inovasi budaya di masa depan.
Podcast ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pelestarian budaya, kreativitas generasi muda, dan pengembangan UMKM lokal demi mewujudkan NTB yang berbudaya, berdaya saing, dan semakin maju. (Tim PPID Diskop UKM NTB)
