Mataram – Hari terakhir sekaligus hari ketiga pelaksanaan outing class siswa-siswi MAN 2 Mataram berlangsung penuh antusias. Pada Kamis (05/02/2026), para siswa mengikuti pelatihan kewirausahaan dengan praktik langsung pembuatan coklat cookies di PLUT KUMKM NTB.
Sebelum memulai praktik, para siswa terlebih dahulu dibekali materi teori kewirausahaan oleh pendamping dari PLUT KUMKM NTB, yakni Mahendrayani dari Bidang Kelembagaan dan Nini Suhaini dari Bidang Pembiayaan. Materi yang diberikan meliputi perhitungan harga bahan baku, penentuan harga jual, hingga strategi pemasaran agar usaha dapat menghasilkan keuntungan.
Selain itu, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kelembagaan dalam berwirausaha. Usaha cookies dinilai memiliki potensi besar, terlebih menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, di mana permintaan pasar cenderung meningkat.
Guru pendamping MAN 2 Mataram, Monika Rizki Hairi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Entrepreneur Day hari ketiga yang diikuti oleh siswa kelas XII.
“Hari ini kami mendampingi anak-anak kelas dua belas dalam kegiatan Entrepreneur Day dengan materi pembuatan coklat cookies. Ini sangat relevan dengan jurusan mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, siswa yang mengikuti kegiatan ini berasal dari kelas XII Sosial dan Humaniora, yang selama ini lebih banyak mempelajari teori, khususnya dalam penentuan harga. Melalui kegiatan praktik ini, siswa mendapatkan pengalaman langsung yang sangat bermanfaat.
“Selama ini di sekolah mereka hanya belajar teorinya saja. Untuk praktiknya belum pernah dilakukan. Jadi kegiatan hari ini sangat relate dan aplikatif,” tambahnya.
Monika juga mengungkapkan bahwa berdasarkan survei sekolah, banyak siswa yang tertarik melanjutkan pendidikan ke jurusan ekonomi, sehingga kegiatan kewirausahaan seperti ini menjadi bekal awal yang penting.
Dalam pelatihan tersebut, siswa diperkenalkan satu varian coklat cookies. Namun, varian tersebut dapat dikembangkan sesuai tren pasar, seperti rasa matcha, kopi, dan lainnya.
“Ini baru satu varian, tapi bisa dikembangkan sesuai permintaan pasar dan tren anak muda,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan pembinaan seperti ini dapat terus diperluas, baik dari segi variasi materi maupun jangkauan promosi, khususnya untuk generasi muda.
“Jangan sampai anak-anak berpikir wirausaha hanya untuk orang tua. Justru wirausaha itu penting dikembangkan sejak usia muda,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu siswi MAN 2 Mataram, Azzahwa Al Fatihah dari kelas XII Sosial, mengaku mendapatkan banyak wawasan dan pengalaman baru selama mengikuti kegiatan di PLUT.
“Kami diajarkan mindset untuk berwirausaha. Banyak sekali insight baru yang saya dapatkan, mulai dari teori sampai praktik langsung membuat coklat cookies. Ini pengalaman baru dan sangat berkesan,” ungkapnya.
Ia juga menilai kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai bekal di masa depan, bahkan membuka peluang usaha kecil menjelang Ramadan dan Lebaran.
“Ilmu ini bisa kami terapkan di rumah bersama keluarga, dan mungkin bisa jadi peluang usaha sampingan. Semua yang kami dapatkan dari PLUT ini benar-benar bermanfaat,” tutupnya.
Kegiatan outing class hari ketiga ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan pelajar serta menginspirasi sekolah dan madrasah lain untuk mengembangkan program serupa. (Tim PPID Diskop UKM NTB)
