Renungan Ahad Pagi
Di tengah kehidupan yang penuh kesibukan, kekecewaan, dan berbagai bentuk pengabaian dari sesama manusia, ada satu tempat kembali yang tidak pernah menolak kehadiran seorang hamba, yaitu sholat. Ketika manusia berpaling, melupakan, bahkan meremehkan kita, Allah tetap membuka pintu rahmat-Nya. Karena itu, jangan pernah meninggalkan sholat, sebab di dalamnya terdapat cahaya, ketenangan, pertolongan, dan harapan menuju keselamatan dunia serta akhirat yang kekal.
Dalam perjalanan hidup, tidak sedikit orang yang pernah merasakan pahitnya diabaikan. Ada yang tidak dihargai oleh keluarga, diremehkan oleh teman, dilupakan oleh orang yang pernah dicintai, bahkan tidak dianggap dalam lingkungan tempat ia berada. Pengabaian semacam itu sering kali melahirkan luka yang dalam. Hati menjadi sedih, jiwa terasa lelah, dan semangat hidup perlahan memudar. Namun seorang mukmin harus memahami bahwa penilaian manusia bukanlah ukuran kemuliaan yang sebenarnya. Kemuliaan sejati berada di sisi Allah, dan salah satu jalan utama untuk meraih kemuliaan itu adalah menjaga sholat.
Betapa menyedihkan jika seseorang yang telah cukup lama diabaikan oleh manusia justru menjauh dari sholat. Padahal ketika seluruh pintu manusia tertutup, pintu Allah selalu terbuka. Ketika manusia tidak mau mendengar keluhan kita, Allah Maha Mendengar setiap bisikan hati. Ketika manusia tidak memahami kesedihan kita, Allah Maha Mengetahui segala yang tersembunyi dalam dada.
Allah Ta’ala berfirman:
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
“Dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku.”
(QS. Thaha: 14)
Ayat ini menunjukkan bahwa sholat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan sarana seorang hamba untuk selalu terhubung dengan Rabb-nya. Di dalam sholat terdapat perjumpaan spiritual yang tidak dapat digantikan oleh apa pun. Saat seorang hamba berdiri menghadap kiblat, sesungguhnya ia sedang menghadap Tuhan Yang Maha Agung yang menguasai seluruh alam semesta.
Banyak orang mencari ketenangan dengan berbagai cara. Ada yang mengejar harta, jabatan, hiburan, atau popularitas. Namun ketenangan yang sejati hanya datang dari kedekatan kepada Allah. Salah satu bentuk kedekatan yang paling nyata adalah menjaga sholat lima waktu.
Allah berfirman:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
Sholat adalah puncak dari dzikir kepada Allah. Oleh sebab itu, seseorang yang menjaga sholat dengan baik akan mendapatkan ketenangan yang tidak mudah digoyahkan oleh keadaan. Meski ia tidak dihargai manusia, ia tetap merasa cukup karena mengetahui bahwa Allah selalu memperhatikannya.
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan bahwa sholat merupakan cahaya bagi kehidupan seorang mukmin. Beliau bersabda:
الصَّلَاةُ نُورٌ
“Sholat adalah cahaya.”
(HR. Muslim)
Cahaya itu menerangi hati, membimbing langkah, dan menjauhkan seseorang dari berbagai keburukan. Ketika kehidupan terasa gelap karena masalah dan kekecewaan, sholat menjadi pelita yang menuntun jalan menuju harapan.
Lebih dari itu, sholat merupakan pembeda antara keimanan dan kekafiran. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ
“Sesungguhnya batas antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan sholat.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa agung kedudukan sholat dalam Islam. Tidak ada ibadah lain yang begitu ditekankan setelah syahadat sebagaimana sholat. Bahkan perintah sholat diberikan langsung kepada Rasulullah ﷺ pada peristiwa Isra’ Mi’raj tanpa melalui perantaraan wahyu yang turun ke bumi sebagaimana ibadah lainnya.
Ketika seseorang meninggalkan sholat, sesungguhnya ia sedang menjauh dari sumber kekuatan hidupnya sendiri. Ia mungkin masih bisa tersenyum di hadapan manusia, tetapi hatinya perlahan kehilangan arah. Sebaliknya, orang yang menjaga sholat akan memiliki pegangan yang kokoh dalam menghadapi berbagai ujian.
Allah berfirman:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
“Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat.”
(QS. Al-Baqarah: 45)
Ayat ini mengajarkan bahwa ketika masalah datang bertubi-tubi, solusi pertama seorang mukmin bukanlah putus asa, melainkan memperbaiki hubungan dengan Allah melalui sholat. Banyak persoalan yang tidak dapat diselesaikan oleh logika manusia, tetapi dapat diringankan dengan pertolongan Allah yang datang melalui keberkahan ibadah.
Renungkanlah, jika seorang hamba rela meluangkan waktu berjam-jam untuk pekerjaan, perjalanan, hiburan, dan berbagai urusan dunia, mengapa ia merasa berat meluangkan beberapa menit untuk menghadap Allah? Padahal seluruh nikmat yang ia rasakan berasal dari Allah. Udara yang dihirup, kesehatan yang dinikmati, rezeki yang diperoleh, dan kesempatan hidup yang masih diberikan semuanya adalah karunia-Nya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ، فَإِنْ صَلَحَتْ صَلَحَ سَائِرُ عَمَلِهِ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ
“Amalan pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah sholat. Jika sholatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya. Jika sholatnya rusak, maka rusak pula seluruh amalnya.”
(HR. Tirmidzi)
Hadis ini menjadi pengingat bahwa sholat akan menjadi penilaian pertama di hadapan Allah pada hari akhir. Oleh karena itu, jangan sampai kita termasuk orang yang sibuk mengejar pengakuan manusia tetapi lalai terhadap panggilan Allah.
Waktu terus berjalan. Usia terus berkurang. Hari demi hari membawa kita semakin dekat kepada kehidupan akhirat. Kelak tidak ada teman, jabatan, kekayaan, atau popularitas yang dapat menolong. Yang akan menemani hanyalah iman dan amal saleh yang telah kita kerjakan selama hidup di dunia.
Karena itu, jangan tinggalkan sholatmu. Jika selama ini masih sering terlambat, berusahalah memperbaikinya. Jika masih bolong-bolong, bertekadlah untuk melengkapinya. Jika masih kurang khusyuk, teruslah belajar memperindahnya. Allah tidak melihat kesempurnaan kita, tetapi kesungguhan kita dalam mendekat kepada-Nya.
Jangan biarkan dirimu menjadi orang yang diabaikan manusia di dunia lalu termasuk golongan yang lalai terhadap Allah di akhirat. Jadikan sholat sebagai sahabat terbaik dalam hidupmu. Ketika hati sedih, datanglah kepada Allah melalui sholat. Ketika bahagia, bersyukurlah melalui sholat. Ketika bingung, mintalah petunjuk melalui sholat. Ketika takut, carilah perlindungan melalui sholat.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang menjaga sholat, mencintai sholat, dan meninggal dunia dalam keadaan tetap memelihara sholat. Sebab orang yang menjaga sholat akan mendapatkan cahaya, petunjuk, keberkahan, dan keselamatan pada hari ketika tidak ada perlindungan selain perlindungan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
