M. Riadi (Ketua ketangga Bersatu)
MBG yang seharusnya menjadi makanan nikmat dan bergizi berubah menjadi pil racun bagi para siswa selaku penerima manfaat.
Diketahui dalam beberapa minggu terakhir, salah satu dapur di Kecamatan Suela, Lombok Timur—tepatnya SPPG Ketangga—menyajikan MBG dengan kualitas yang buruk, seolah tidak dikelola oleh pegawai yang berkompeten.
Kondisi ini bermula dari temuan makanan basi yang hampir dikonsumsi siswa, hingga mencapai puncaknya pada Senin, 26 Januari 2026. Tidak sedikit siswa di beberapa sekolah mengalami sakit perut usai mengonsumsi MBG yang disajikan oleh SPPG Ketangga.
Padahal, pada prinsipnya SPPG adalah dapur profesional yang seharusnya diisi oleh tenaga berkompeten. Sangat tidak patut jika makanan yang dikelola dapur tersebut cepat basi, apalagi sampai menyebabkan keracunan. Perlu ditekankan bahwa tata kelola SPPG sudah memiliki standar yang jelas dan tidak boleh dikompromikan lagi dengan pihak PM.
