Lombok Barat, 22 Januari 2026. Tim Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (UNRAM) berkolaborasi dengan Fakultas Pertanian UNRAM menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan di Dusun Sambiratik, Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan berjudul “Pengenalan dan Pendampingan Penggunaan Perangkat Uji Tanah sawah (PUTS) dan Introduksi Beras Merah Untuk Peningkatan Produktivitas Pertanian” ini menghadirkan 4 pakar pertanian, bersama ketua Pusat Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Mataram serta beberapa dosen yang berkesempatan hadir.
Program ini merupakan implementasi nyata dari tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Fokus kegiatan adalah pengenalan dan pendampingan terhadap kelompok tani dan menjadi bagian dalam upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengelolaan lahan sawah secara tepat dan berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi tentang pengenalan beras merah dan keunggulannya sebagai pencegah penyakit seperti stunting dan hepatitis. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan informasi tentang desa berdaya dengan pokok pembahasan mengenai Sistem Informasi Desa (SID), terakhir yakni pemaparan materi penggunaan perangkat uji tanah sawah (PUTS).

Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan dan pendampingan penggunaan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) sebagai perangkat sederhana secara kualitatif untuk mengetahui kadar hara dan pH tanah. Berdasarkan hasil uji kadar hara, Prof. Dr. Ir. Lolita Endang Susilowati, MP. kemudian memaparkan bahwa tanah sawah yang telah diuji direkomendasikan menggunakan pupuk sekitar 250 kg/ha.
“Potensi keunggulan beras merah diharapkan dapat segera dimanfaatkan melalui kegiatan budidaya oleh petani setempat, sehingga mampu berkembang menjadi produk unggulan lokal Desa Banyu Urip yang memiliki daya saing dan nilai jual tinggi. Pengembangan beras merah sebagai komoditas lokal tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat identitas Desa Banyu Urip sebagai sentra produksi pangan sehat, sehingga mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan”. Prof. Muliarta.
Kegiatan ini diharapkan dapat berintegrasi secara berkelanjutan antar kampus dan desa sehingga membentuk pengembangan ekonomi desa berbasis pertanian, yang tidak hanya meningkatkan produksi tetapi juga mengedepankan prinsip pertanian yang ramah lingkungan.
Oleh : KKN PMD UNRAM 2025/2026, Prof. Dr. Ir. Lolita Endang Susilowati, MP., Prof. Dr. Ir. I Gusti Putu Muliarta Aryana, MP., Prof. Dr. Ir. Sukartono, M. Agr., Prof. Dr. Ir. Bambang Hari Kusumo, M. Agr. St., Ph.D., Prof. Dr. Ir. Misbahudin, ST., MT., IPU. Dori Kusuma Jaya, S.Si., M.Si.
