Rakam – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (UNRAM) di Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, resmi dimulai pada Senin, 29 Desember 2025. Sebagai langkah nyata di lapangan, Mahasiswa KKN PMD UNRAM langsung bertindak cepat dengan mengaktifkan kembali Taman Baca Masyarakat (TBM) di Kelurahan Rakam. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya konkret guna meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi anak-anak di sana. Sebelumnya, TBM tersebut memiliki cukup banyak buku, tetapi kondisi tempat yang belum rapi karena kurangnya fasilitas seperti rak buku dan dekorasi pendukung lainnya.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN bergotong-royong membuat rak buku sederhana namun fungsional agar koleksi buku dapat tersusun secara sistematis dan mudah dijangkau oleh tangan-tangan kecil anak-anak. Tidak hanya itu, taman baca tersebut dihias ulang dengan berbagai ornamen edukatif dan penuh warna, menciptakan atmosfer yang jauh lebih nyaman, bersih, dan ramah anak. Penataan ulang ini bertujuan agar TBM tidak lagi dianggap sebagai gudang buku, melainkan ruang bermain sekaligus belajar yang menyenangkan.

Metode pendekatan yang dilakukan pun tidak terbatas pada perbaikan fisik semata. Mahasiswa secara aktif mendampingi anak-anak dalam kegiatan membaca bersama. Dalam sesi ini, anak-anak tidak hanya sekadar membaca kata per kata, tetapi diajak untuk mengulas, menganalisis, dan menceritakan kembali isi bacaan menggunakan bahasa mereka sendiri. Proses ini dirancang untuk melatih kemampuan kognitif dalam memahami konteks bacaan, mengasah keberanian berbicara di depan umum, serta membangun kepercayaan diri yang kuat pada setiap anak. Untuk meningkatkan antusiasme anak-anak terhadap TBM, mahasiswa KKN UNRAM juga telah merancang serangkaian perlombaan edukatif yang menarik. Perlombaan ini dibagi menjadi dua kategori utama, yakni lomba literasi dan lomba permainan tradisional.
Dalam kategori literasi, terdapat tiga jenis lomba yang diselenggarakan, yaitu:
1. Lomba Mewarnai: Mengasah kreativitas dan imajinasi anak-anak melalui perpaduan warna.
2. Lomba Mengulas Buku: Menantang anak-anak untuk memahami inti cerita dan menyampaikannya kembali dengan kritis.
3. Quiz (Cerdas Cermat): Menguji wawasan umum dan pengetahuan yang didapat dari buku-buku di taman baca.
Keriuhan positif semakin terasa dengan dihadirkannya perlombaan permainan tradisional yang melibatkan ketangkasan fisik dan konsentrasi, seperti lomba sendok kelereng, tarik tambang, dan kursi dangdut. Melalui permainan ini, mahasiswa menyelipkan nilai-nilai luhur seperti kerja sama tim, sportivitas, dan interaksi sosial. Selain itu, ini merupakan upaya pelestarian budaya agar generasi muda tidak asing dengan identitas permainannya sendiri di tengah gempuran tren modern.
Program pengaktifan TBM ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau rutin, melainkan wujud nyata dukungan mahasiswa terhadap agenda besar pembangunan nasional dan global. Kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari misi Asta Cita ke-4, yaitu “Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok minoritas”. Melalui penanaman budaya literasi yang kuat sejak dini, mahasiswa KKN UNRAM berupaya menyiapkan generasi emas yang memiliki nalar kritis dan wawasan luas sebagai fondasi SDM unggul di Kelurahan Rakam dan dukungan terhadap SDGs pada poin ke-4 yang dimana program ini mendukung secara penuh pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua. Dengan mengaktifkan TBM sebagai pusat belajar informal yang aksesibel tanpa biaya, mahasiswa membantu meruntuhkan hambatan akses terhadap sumber ilmu pengetahuan bagi seluruh lapisan anak-anak di kelurahan tersebut.
Koordinator Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelurahan Rakam, Raden Razendra Damarjati, menekankan bahwa inisiatif ini lahir dari kepedulian mendalam terhadap masa depan literasi masyarakat. “Kami melihat buku sudah tersedia, namun belum tertata dengan baik. Oleh karena itu, kami membuat rak buku, menghias taman baca, serta mengajak anak-anak untuk membaca, mengulas buku, dan bermain permainan tradisional agar taman baca kembali hidup dan diminati, Dengan Program yang kami lakukan diharapkan dapat meminimalisirkan penggunaan gadget bagi anak-anak” ujarnya.
Mahasiswa KKN UNRAM menaruh harapan besar agar Taman Baca Masyarakat di Kelurahan Rakam ini dapat terus dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga setempat, bahkan setelah masa KKN berakhir. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu munculnya budaya literasi yang berkelanjutan, menjadikan TBM sebagai jantung kreativitas dan pusat intelektual bagi anak-anak di Kelurahan Rakam.
