MATARAM — Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha dan generasi muda melalui pelatihan berbasis potensi lokal.
Mewakili Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB, Kasubbag Umum dan Kepegawaian Suri Hidayat membuka Pelatihan Cluster Marketing di Aula PLUT KUMKM NTB, Rabu (2/9/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 2–3 September 2026, yang diikuti oleh 10 orang peserta ini diinisiasi untuk memperkuat kemampuan pemasaran produk lokal masyarakat Dusun Torok Aik, Montong Ajan Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu tumbuh menjadi wirausaha mandiri.
Dalam sambutannya, Suri Hidayat menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan yang diinisiasi secara kolaboratif dan didukung secara swadaya.
Menurutnya, pemasaran merupakan pintu masuk penting dalam mengembangkan potensi usaha. Produk yang berkualitas tidak akan dikenal luas apabila tidak dibarengi dengan strategi pemasaran yang tepat.
“Potensi itu kalau tidak dipasarkan, tidak akan dikenal. Apalagi sekarang dunia tidak ada batasnya. Media sosial bisa mempertemukan kita dengan orang di mana-mana,” ujarnya.
Dayat juga melihat kawasan Montong Ajan memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena berada di kawasan yang memiliki potensi wisata dan berdekatan dengan kawasan strategis pariwisata Mandalika.
Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan tersebut untuk memperkuat kemampuan teknis pemasaran, khususnya dalam mempromosikan berbagai produk unggulan yang telah dikembangkan masyarakat.
“Manfaatkan waktu dan kesempatan ini untuk bersama-sama belajar. Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan manfaat dan bisa menjadi pintu masuk bagi pengembangan potensi yang ada di desa,” katanya.
Sementara itu, Pendamping PLUT KUMKM NTB Bidang Kelembagaan sekaligus inisiator kegiatan, Mahendrayani, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Field Identification and Discussion (FID) yang dilakukan sebelumnya.
Ia mengatakan, pembinaan masyarakat Montong Ajan telah diarahkan dalam beberapa klaster usaha sesuai pemetaan potensi, usaha, serta minat masyarakat.
“Di Montong Ajan sudah kita bentuk empat klaster. Ada klaster tenun dan produk turunannya dengan pewarna alam, kemudian bakery, kopi, dan sekarang marketing,” jelas Mahendrayani.
Menariknya, peserta setiap klaster ditentukan berdasarkan minat masing-masing. Dengan demikian, peserta tidak dipaksakan mengikuti bidang tertentu, melainkan memilih sesuai ketertarikan dan potensi yang ingin dikembangkan.
Untuk klaster marketing, awalnya terdapat delapan orang yang memilih mengikuti pelatihan. Namun, dua peserta berhalangan hadir karena memiliki kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan, sehingga pelatihan diikuti enam peserta.
Mahendrayani menegaskan, peserta klaster marketing nantinya akan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pemasaran produk dari klaster lainnya, yakni kopi, bakery, serta tenun dengan produk turunannya.
“Teman-teman di klaster kopi, bakery, dan tenun fokus pada produksi. Sementara tim marketing ini menjadi etalase dan pionir di pasar. Mindset yang kita bangun adalah bagaimana mereka fokus menjual dan memasarkan produk ke depan,” ungkapnya.
Pembinaan tersebut juga mendapat dukungan secara personal dari Petrina, seorang warga Singapura yang berdomisili di Jakarta. Dukungan tersebut diberikan setelah konsep pembinaan klaster di Montong Ajan disampaikan dan mendapat respons positif.
Ke depan, tim marketing juga diproyeksikan memiliki tempat operasional tersendiri yang saat ini telah tersedia lahannya. Tempat tersebut diharapkan menjadi ruang aktivitas sekaligus pusat pemasaran produk-produk yang dihasilkan seluruh klaster.
Melalui pelatihan ini, PLUT KUMKM NTB berharap terbentuk ekosistem usaha yang saling mendukung antara produksi dan pemasaran, sehingga potensi lokal Montong Ajan tidak hanya berkembang secara internal, tetapi mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Dengan penguatan kapasitas generasi muda, produk kopi, bakery, tenun dan produk turunannya diharapkan semakin dikenal serta mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat setempat. (Tim KM Mataram)
