MATARAM – Embarkasi Lombok mencatatkan prestasi dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026. Berdasarkan hasil Survei Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Embarkasi Lombok memperoleh nilai 87,80, tertinggi di antara seluruh embarkasi haji di Indonesia.
Di balik capaian tersebut, terdapat proses pembenahan yang dilakukan dalam waktu relatif singkat. Setelah cukup lama tidak memiliki kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) definitif, Asrama Haji Embarkasi Lombok baru dipimpin pejabat definitif beberapa bulan sebelum operasional haji dimulai. Dengan waktu persiapan yang terbatas, pengelola melakukan berbagai penyesuaian untuk memastikan pelayanan kepada jemaah tetap berjalan optimal.
Pembenahan tidak hanya menyasar fasilitas, tetapi juga pola pelayanan. Pengelola menempatkan jemaah sebagai pusat layanan dengan memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan, seperti lanjut usia, perempuan, penyandang disabilitas, serta jemaah yang membutuhkan pendampingan selama berada di Asrama Haji.
Sejumlah langkah dilakukan untuk mendukung pelayanan tersebut. Ketersediaan kursi roda ditambah di sejumlah titik layanan agar mudah dijangkau ketika dibutuhkan. Penempatan kamar diprioritaskan bagi lansia dan kelompok rentan dengan mempertimbangkan akses menuju ruang makan, tempat ibadah, maupun area keberangkatan. Kenyamanan kamar juga ditingkatkan agar jemaah dapat beristirahat dengan baik sebelum berangkat maupun setelah kembali dari Tanah Suci.
Pelayanan konsumsi turut menjadi perhatian. Distribusi makanan diatur agar lebih tertib dan tepat waktu, terutama bagi jemaah lanjut usia yang memerlukan pelayanan lebih cepat dan mudah dijangkau. Seluruh layanan dirancang untuk mengurangi beban fisik jemaah selama berada di asrama.
Perubahan juga dilakukan pada tata kelola fasilitas. Aula Bir Ali I ditata untuk mendukung kelancaran pelayanan, sementara Aula Bir Ali II untuk pertama kalinya difungsikan sebagai lokasi penerimaan jemaah haji saat kepulangan dari Arab Saudi. Pemanfaatan aula tersebut membuat proses debarkasi lebih tertib, mengurangi kepadatan, sekaligus memberikan ruang yang lebih nyaman bagi jemaah dan keluarga yang menjemput.
Selain fasilitas, kualitas interaksi petugas menjadi bagian penting dalam pelayanan. Petugas didorong untuk lebih responsif terhadap kebutuhan jemaah, mulai dari membantu mobilitas lansia, memberikan pendampingan kepada jemaah yang memerlukan bantuan, hingga memastikan setiap proses pelayanan berjalan cepat tanpa mengurangi aspek kenyamanan.
Hasil dari berbagai pembenahan tersebut tercermin dalam penilaian para jemaah. Embarkasi Lombok berhasil menempati posisi pertama nasional dalam Survei IKLHI 2026. Capaian itu menunjukkan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh tata kelola yang baik serta pelayanan yang mengutamakan kebutuhan dan kenyamanan jemaah. (Tim KM Mataram)
