LOMBOK TIMUR — Peringatan Hari Ulang Tahun (Hultah) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) ke-91 sekaligus Haul ke-29 Maulana Syaikh TGKH. M. Zainul Majdi di Pancor, Minggu (13/9/2026), menjadi momentum penting untuk merawat serta meneruskan perjuangan sang pendiri.
Ketua Umum PB NWDI, TGB. M. Zainul Majdi, mengingatkan ribuan jemaah yang hadir agar terus memegang teguh nilai-nilai kebaikan, pendidikan karakter, dan kasih sayang yang telah diwariskan oleh Maulana Syaikh.
“Kalau dijahati, itu manusiawi. Tapi jangan ada kebencian. Ganti kebencian dengan kemaafan,” tegas TGB dalam amanatnya.
TGB menekankan bahwa membangun generasi muda bukan sekadar mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan membentuk jiwa dan karakter keimanan. Maulana Syaikh telah meninggalkan warisan fisik dan spiritual yang begitu luas, mulai dari 1.200 madrasah, tradisi silaturahmi ulama, hingga berbagai karya keagamaan seperti hizib, wirid, zikir, dan selawat.
Ia juga menyoroti teladan kesabaran Maulana Syaikh yang membutuhkan waktu hingga tiga tahun hanya untuk mengajarkan salam kepada umat. “Ini membuktikan bahwa membangun manusia adalah proses panjang yang membutuhkan kesabaran luar biasa,” lanjut TGB.
Turut hadir memberikan tausiyah, Ustaz Abdul Somad (UAS) mengajak seluruh umat Islam untuk tetap rapat dan dekat dengan ulama. Menurutnya, ulama adalah pewaris para nabi yang bertugas membimbing arah hidup masyarakat.
“Jangan pernah jauh dari ulama. Ulama adalah penerus para nabi,” ujar UAS.
UAS mengaku kagum terhadap rekam jejak perjuangan Maulana Syaikh, terutama keberhasilannya mencetak kader, mendirikan ribuan lembaga pendidikan, serta menjaga sanad keilmuan.
UAS menggarisbawahi pentingnya menjaga adab dan ikatan batin antara murid dan guru. Menurutnya, Maulana Syaikh telah mencontohkan bagaimana seorang murid harus tetap menghormati dan tersambung dengan gurunya, meski telah pulang dari menuntut ilmu di Makkah.
“Membangun generasi berilmu butuh proses panjang, sosok guru yang tepat, perhatian orang tua, doa, dan lingkungan yang kondusif,” pungkas UAS.
