Mataram— Hello sahabat Koperasi dan UMKM NTB! Para penikmat dan pelaku usaha kopi di Nusa Tenggara Barat (NTB) berkumpul di PLUT KUMKM NTB dalam kegiatan diskusi khusus bertema kopi yang berlangsung hangat dan penuh antusias, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam suasana santai tersebut menghadirkan berbagai agenda mulai dari sharing knowledge, belajar teknik menyeduh dan brewing kopi, cupping, tes sensori, hingga menikmati kopi bersama.
Acara ini dihadiri oleh penanggung jawab PLUT KUMKM NTB, Santi Meitasari, jajaran pegawai UPTD Balatkop UKM NTB, serta barista dari FAWAZ Kopi yang memberikan penjelasan dan berbagi ilmu mengenai dunia perkopian. Sekitar 20 peserta yang merupakan pemilik usaha kopi maupun kedai kopi turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Salah seorang peserta, Dadang asal Kabupaten Lombok Utara (KLU), mengungkapkan bahwa kopi robusta dari wilayahnya kini mulai diminati pasar internasional, termasuk Jepang dan Korea Selatan.
“Kemarin ada permintaan ke Jepang, sekarang juga diminta ke Korea,” ujar Dadang saat berbagi pengalaman dalam diskusi tersebut.
Dadang menjelaskan bahwa dirinya bukan pemilik lahan kopi secara langsung, melainkan membantu pemasaran dan pendampingan kelompok petani kopi di Lombok Utara. Menurutnya, kopi robusta menjadi komoditas utama di wilayah KLU karena kondisi geografis yang lebih cocok dibandingkan arabika.
“Kalau arabika, ketinggiannya tidak mencukupi. Jadi fokus teman-teman di robusta,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa petani kopi di Lombok Utara mulai menerapkan pola tanam tumpang sari untuk menghasilkan karakter rasa tertentu pada kopi, seperti nuansa vanila maupun cokelat.
“Teman-teman banyak menanam kakao supaya harapannya rasa kopi mengarah ke rasa vanila atau cokelat, tapi tetap harus disesuaikan dengan iklim dan tanaman pendamping yang cocok,” jelasnya.
Diskusi kopi ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat jejaring antarpelaku usaha kopi di NTB. Selain meningkatkan wawasan mengenai teknik pengolahan kopi, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong potensi kopi lokal NTB agar semakin dikenal hingga pasar internasional. (Tim KM Mataram)
