Mataram – Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT KUMKM) Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pembelajaran dan pengembangan UMKM yang menjadi rujukan berbagai daerah di Indonesia. Berkat operasional yang aktif dan inovatif, PLUT KUMKM NTB terus menjadi tujuan studi tiru bagi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari berbagai provinsi.
Pada Selasa (4/8/2026), PLUT KUMKM NTB menerima kunjungan peserta PKN Tingkat II Angkatan XVI BPSDMD Provinsi Banten yang ingin mempelajari sistem pengelolaan, manajemen, serta berbagai inovasi layanan yang diterapkan di PLUT KUMKM NTB.
Rombongan diterima mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB oleh Sekretaris Dinas, Baiq Ayu Juita Mayasari, didampingi Kepala Bidang Pembinaan UKM Baiq Yanuarlita Lestari, Fungsional Ahli Madya Pengembang Kewirausahaan H. Muhammad Fauzan, Fungsional Analis Kebijakan Hj. Retno Kusumaningtiyas, para pendamping PLUT KUMKM NTB, serta jajaran staf.
Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak berkeliling meninjau berbagai fasilitas yang dimiliki PLUT KUMKM NTB. Mereka memperoleh penjelasan mengenai fungsi setiap ruangan dan layanan yang diberikan kepada pelaku UMKM, mulai dari ruang konsultasi bisnis, pelatihan, inkubasi usaha, hingga fasilitas pendukung lainnya yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM.
Salah satu fasilitas yang paling menarik perhatian rombongan adalah Studio PLUT Podcast, yang dinilai sebagai inovasi kreatif dalam menyebarluaskan informasi, edukasi, dan inspirasi bagi masyarakat maupun pelaku UMKM.
Perwakilan rombongan dari unsur Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Provinsi Banten mengaku terinspirasi dengan keberadaan studio podcast tersebut. Mereka bahkan berencana mengadopsi konsep serupa sebagai media edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait pencegahan kebakaran, keselamatan, serta berbagai informasi yang berkaitan dengan tugas dan pelayanan Damkar.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa PLUT KUMKM NTB tidak hanya berperan sebagai pusat layanan bagi pelaku koperasi dan UMKM di Nusa Tenggara Barat, tetapi juga telah berkembang menjadi pusat inovasi, edukasi, dan pembelajaran yang mampu menginspirasi daerah lain dalam membangun pelayanan publik yang lebih kreatif, adaptif, dan berdampak. (Tim KM Mataram)
