MATARAM — Hello sahabat Koperasi dan UMKM NTB! Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui penguatan literasi keuangan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Diklat Literasi Keuangan yang digelar di PLUT KUMKM NTB. Kegiatan ini diikuti sebanyak 30 peserta UKM binaan Diskop UKM Provinsi NTB dan diinisiasi oleh Bidang Pembinaan UKM.
Diklat dibuka secara resmi oleh Kepala Diskop UKM Provinsi NTB, H. Wirawan, didampingi Kepala Bidang Pembinaan UKM, Baiq Yanuarlita Lestari.
Dalam sambutannya, H. Wirawan mengatakan, PLUT KUMKM NTB terus memantapkan diri sebagai lembaga inkubasi yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas usaha para tenant atau pelaku UKM yang menjadi mitra.
“Outcome yang diharapkan sederhana, yaitu tenant atau UKM yang menjadi mitra kerja sama semakin meningkat kapasitas usahanya dari hari ke hari,” ujar H. Wirawan.
Menurutnya, sebagai lembaga inkubasi, PLUT KUMKM NTB memberikan berbagai layanan untuk mendukung perkembangan usaha, salah satunya melalui pelatihan peningkatan kompetensi. Pelatihan tidak hanya menyasar aspek teknis produksi, tetapi juga mencakup keuangan, pemasaran, dan aspek penting lainnya dalam pengelolaan bisnis.
“Yang kita lakukan pada hari ini adalah literasi keuangan. Harapannya, teman-teman semakin kompeten dalam mengelola aspek keuangan usahanya,” katanya.
H. Wirawan menjelaskan, pemahaman keuangan sangat penting bagi pelaku UKM, terutama dalam merencanakan pembiayaan usaha, menganalisis perkembangan usaha dari sisi keuangan, memahami aspek perpajakan, hingga menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan fraud.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan diklat yang mengedepankan pola kolaboratif dengan menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, mulai dari lembaga nonpemerintah, institusi keuangan, hingga pemerintah.
Salah satu mitra yang terlibat adalah Bank NTB Syariah, yang diharapkan dapat memberikan perspektif dan pengetahuan kepada peserta terkait pengelolaan keuangan dan akses pembiayaan.
“Ini adalah forum bagi kita untuk saling memberdayakan, saling mengangkat dan saling berbagi pengetahuan,” ungkapnya.
H. Wirawan juga mendorong peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius serta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman sebagai pelaku usaha.
Ia menambahkan, literasi keuangan tidak berhenti pada pengelolaan pendapatan aktif dari kegiatan usaha. Ke depan, pelaku UKM juga perlu diperkenalkan dengan pengetahuan mengenai passive income, investasi, dan pengelolaan keuangan jangka panjang.
“Intinya, dari waktu ke waktu kita terus memperkaya pengetahuan sehingga kita betul-betul bisa mengelola kegiatan usaha dengan baik dan terus maju,” tegasnya.
Diklat Literasi Keuangan tersebut secara resmi dibuka oleh H. Wirawan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. (Tim PPID Diskop UKM NTB)
