πππππ« ππππππ¬-TGH Lalu Muhammad Sholeh atau yang dikenal dengan panggilan Tuan Guru Lopan atau Datok Lopan, adalah salah seorang ulama yang sangat populer di kalangan masyarakat Sasak. Di masa hidupnya, ia terkenal dengan kekaromahan dan metode dakwahnya yang khas.
Memiliki nama kecil Lalu Durma lahir di Lopan Lombok Tengah, 1238 Hijriah atau 1819 Masehi. Ayahnya bernama Lalu Adis alias Mamiq Gurnita dan ibunya Baiq Pon (Putri Raden Purwana-Praya).
Datok Lopan menunaikan ibadah haji dalam usia 20 tahun melalui Labuhan Haji, Lombok Timur. Selama di Mekkah beliau berguru kepada ulama Mekkah asal Kelayu, Lombok Timur, beliau juga berguru pada Syaikh Musthafa al-Afifi.
Sekembalinya dari Makkah tahun 1258 Hijriah atau 1839 Masehi, Datok Lopan aktif menyebarkan Islam kepada masyarakat Sasak yang mayoritasnya menganut paham “Islam Wetu Telu”. Metode dakwahnya adalah “jemput Bola” dari rumah ke rumah, dari kampung ke kampung juga memasuki pasar-pasar rakyat.
Tuan Guru Lopan menjadi ulama yang berwibawa dan kharismatik. Seorang wali yang diberikan karamah oleh Allah sebagai orang yang dekat-Nya. Kekeramahannya disaksikan oleh para pengikut dan murid-murid yang setia mendampinginya.
1. Kewalian dan Karamah
TGH. Lalu Muhammad Saleh Lopan, adalah seorang ‘alim allΔmah, ‘arif billah yang menghidmatkan ilmunya untuk membela agama-Nya (al-dΔ«n al-islΔm). Ia mendapatkan perlindungan dan kemulian (karΔmah) dari Allah, karena kenyakinannya yang kokoh pada janji Allah.
Dalam buku para Aulia dan Pejuang Islam Lombok yang ditulis oleh TGH Lalu Ibrahim M Thoyyib diterbitkan Tunas Ilmu Jakarta diceritakan suatu hari Datok Lopan diundang masyarakat Gili Air Lombok Utara Untuk Perayaan Isro Mi’raj.
Saat tiba di pantai tidak ada sampan yang akan mengantar Datok Lopan dan muridnya yang bernama Amaq Darmatif menuju Gili Air. Tuan Guru Lopan kemudian menyurug Amaq Darmatif untuk membuka ‘Bebet’ atau kain yang digunakan dipinggang muridnya itu.
Bebet atau kain itu kemudian dibentangkan diatas air dan seketika bebet itu meluncur hingga mendarat di tepi pantai yang tidak terlihat orang di Gili Air. Anehnya saat tiba di Gili Air, bebet itu tidak basah sedikit pun
2. Akhlaq Datoq Lopan pada Binatang
Dalam berbagai literatur disebutkan, selain berjasa besar menyebarkan Islam di Nusantara terutama di Pulau Lombok, ulama ini masyhur akhlaknya yang luar biasa, tidak hanya kepada manusia tetapi juga kepada binatang.
Almagfurlah TGH. Ibrohim Toyyib dalam bukunya Manakibul Auliyaβ menuturkan sejumlah kemuliaan akhlaq yang dimiliki Datoq Lopan kepada binatang.
Diceritakan, apabila beliau melihat ayam-ayam dikampung tidak dapat makan, maka beliau tidak segan-segan membuka lumbungnya dan beliau biarkan ayam-ayam itu makan gabah sepuas-puasnya.
Kisah lain, suatu ketika beliau dan para pengiringnya melintasi sungai. Tiba-tiba beliau berhenti karena melihat iring-iringan semut yang tidak bisa menyeberangi sungai karena airnya yang begitu deras.
Dengan sikap kasih-sayang, serta-merta beliau mengambil sejumlah ranting pohon dan menyusunnya di depan kawanan semut itu untuk membantunya lewat hingga seberang sungai. Jembatan disungai tersebut hinggi sekarang dijuluk Jembatan Teres.
Tak hanya itu, suatu ketika beliau baru saja pulang ngamari (Berdakwah) dari Lingkok Lime Batukliang. Rupanya, terdapat semut yang hinggap di bajunya. Dengan belas kasih iapun mengambil semut itu lalu kembali ke Lingkok Lime mengantarkannya kembali supaya bisa bekumpul dengan kawanannya.
Kasih sayang Datok Lopan kepada binatang termasuk salah satu keistimewaannya atau karomah kewaliannya. Hal demikian juga banyak kita temui dalam kisah-kisah para aulia. Sebab, tidak hanya hubungan dengan Allah (Hablun Minallah) yang dijaga, tetapi juga Hubungan dengan sesama manusia (Hablun Minannas) dan juga Hubungannya dengan alam (Hablum Minal Alam).
3. Tuang Guru Lopan Wafat
Tuan Guru Lopan meninggal dunia tahun 1361 Hijriah atau 1942 Masehi dalam usia 123 tahun. Makam Tuan Guru Lopan berada di atas bukit di Dusun Ketak Desa Monggas Kecamatan Kopang Lombok Tengah.
Setiap waktu, makam Tuan Guru Lopan selalu ramai didatangi peziarah. Peziarah yang datang ke Makam Ketak ini tidak hanya dari Pulau Lombok saja. Melainkan juga datang dari luar pulau Lombok. (KK). https://www.facebook.com/photo/?fbid=122235241712060212&set=pb.61551806368919.-2207520000
