MATARAM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Universitas Mataram (Unram) menggelar rangkaian kegiatan dalam satu hari penuh, di Ruang Sidang Rektorat Universitas Mataram Lantai 3 Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara regulator, pemerintah daerah, perguruan tinggi, peneliti, mahasiswa, hingga pelaku usaha dalam mendorong lahirnya inovasi dan produk unggulan daerah yang aman, bermutu, berdaya saing, serta mampu menembus pasar yang lebih luas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Sosialisasi Regulasi di Bidang Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, serta sosialisasi fitur BRIDGE (Bersinergi dalam Riset Inovatif Berdaya Saing Global dan Ekspansi Pasar).
Sosialisasi menghadirkan narasumber Dian Putri Anggraweni, S.Si., Apt., M.Farm. dan Direktur Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM RI, Imelda Ester Riana P., ST., MKM.
Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan kuliah umum yang disampaikan Kepala Badan POM RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D.
Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Membangun Kepemimpinan Berbasis Neurosains Untuk Menghadapi Tantangan Nasional dan Global.”
Selain itu, dilakukan pula penyerahan Nomor Izin Edar (NIE), sertifikat CPOBAB dan CPKB di Ruang Sidang Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram.
Agenda terakhir diisi dengan penanaman pohon dan dialog bersama para santri di Pondok Pesantren Nurul Haramain, Narmada.
Hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Setda Provinsi NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si., yang mewakili Gubernur NTB; Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM RI, Mohamad Kashuri, S.Si., Apt., M.Farm.; serta Wakil Rektor Universitas Mataram Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi, Dr. Sitti Latifah, S.Hut., M.Sc.Forest.Trop., bersama jajaran OPD lingkup Pemprov NTB dan mahasiswa dari berbagai fakultas Unram.
Mewakili Rektor Universitas Mataram, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi, Dr. Sitti Latifah, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BPOM menjadikan Universitas Mataram sebagai salah satu lokasi pelaksanaan rangkaian kegiatan di NTB.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan perspektif penting bagi sivitas akademika bahwa pendidikan dan penelitian harus semakin terkoneksi dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, industri, dan pemerintah.
Mahasiswa dan peneliti, kata dia, tidak hanya dituntut menghasilkan gagasan dan penelitian yang baik secara akademik, tetapi juga memahami bagaimana hasil penelitian tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Riset tidak seharusnya berhenti pada publikasi, laporan penelitian, atau prototipe, tetapi sedapat mungkin dikembangkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata,” demikian poin yang disampaikan dalam sambutannya.
Universitas Mataram juga menyambut baik sosialisasi regulasi kepada mahasiswa. Pemahaman mengenai standar dan regulasi dinilai penting diperkenalkan sejak dini, sehingga mahasiswa memiliki bekal ketika memasuki dunia penelitian, profesi maupun kewirausahaan.
Universitas Mataram berharap program BRIDGE dapat menjadi jembatan antara inovasi kampus dengan mitra industri sekaligus mendorong hilirisasi hasil riset.
Sementara itu, Asisten I Setda Provinsi NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si., yang mewakili Gubernur NTB, menyampaikan apresiasi kepada BPOM atas penyelenggaraan rangkaian kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran BPOM di daerah tidak hanya penting dalam memastikan produk yang beredar aman dan bermutu, tetapi juga memberikan pendampingan serta membuka akses bagi pelaku usaha, peneliti dan generasi muda untuk memahami regulasi dan mengembangkan inovasi.
NTB memiliki potensi sumber daya alam, kekayaan hayati, pengetahuan lokal dan sumber daya manusia yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, termasuk Obat Bahan Alam dan Kosmetik.
Karena itu, Pemprov NTB menyambut baik program BRIDGE yang diperkenalkan BPOM sebagai upaya menjembatani hasil penelitian dengan mitra industri dan mendorong hilirisasi inovasi menjadi produk yang terdaftar serta memiliki daya saing.
Pelaku UMKM dan startup daerah dinilai memiliki kreativitas tinggi, namun masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan regulasi, registrasi, sertifikasi, peningkatan mutu dan akses pasar.
Penyerahan NIE, sertifikat CPOBAB dan CPKB dalam rangkaian kegiatan tersebut pun dinilai bukan sekadar penyerahan dokumen administratif, tetapi menjadi bukti bahwa pendampingan regulasi dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas, legalitas dan daya saing produk.
Dalam keterangan persnya, Kepala Badan POM RI Prof. Dr. Taruna Ikrar menekankan pentingnya membangun kepemimpinan berbasis otak yang sehat melalui pendekatan neurosains.
Konsep tersebut diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang inspiratif dan sehat untuk membawa Indonesia menuju negara maju.
Taruna juga menegaskan komitmen BPOM untuk terus bergerak mendekat kepada masyarakat dan pelaku usaha. Salah satunya melalui percepatan proses evaluasi dan penerbitan sertifikat sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha.
Ia juga menekankan alasan kegiatan dilaksanakan di Universitas Mataram. BPOM memiliki komitmen memperkuat konsep ABG (Academia, Business, Government), yakni kolaborasi antara akademisi, dunia usaha dan pemerintah.
Melalui kerja sama tersebut, BPOM meyakini berbagai upaya yang dilakukan bersama Universitas Mataram dan pemerintah daerah dapat menghasilkan manfaat bagi masyarakat dalam waktu yang semakin cepat.
Kolaborasi antara BPOM, Pemprov NTB, Universitas Mataram, peneliti, mahasiswa, pelaku usaha dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan terus diperkuat agar hasil riset tidak berhenti sebagai publikasi atau prototipe.
Lebih jauh, sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya produk inovatif, mendorong UMKM naik kelas, memperkuat produk lokal, membuka akses pasar nasional hingga global, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat NTB. (Tim KM Abdi Mataram)
