Skip to content
Kampung Media
Kampung Media

Kampung Media

penghargaan-kampung-media
Primary Menu
  • Artikel/Opini

Terlalu Banyak Suara, Terlalu Sedikit Makna

Lalu Rosmawan December 15, 2025 3 minutes read

Ada satu momen ketika saya membuka media sosial pagi-pagi, melihat tiga politisi saling sindir, dua akun buzzer adu klaim, satu video klarifikasi baru muncul, dan satu isu lain entah muncul dari mana. Saya belum sarapan, tapi sudah kenyang drama. Rasanya seperti negara ini sedang berlomba menjadi timeline paling ramai di dunia. Politik kita berubah menjadi speaker aktif keras, repetitif, tapi belum tentu jelas.

Kita hidup di era ketika semua orang punya panggung. Politisi, buzzer, influencer politik, komentator dadakan, sampai akun anonym semuanya bicara, semuanya ingin viral. Setiap hari ada konten baru, konflik baru, dan keributan baru yang diproduksi beruntun. Ironisnya, makin banyak suara yang hadir, makin sedikit hal yang benar-benar terdengar. Substansi yang penting tenggelam di antara gemuruh konten yang dibuat demi kehebohan.

Di sinilah algoritma ikut memainkan perannya. Platform digital lebih suka hal-hal yang bikin panas, bukan yang bikin paham. Konten yang memicu amarah lebih cepat naik, sementara penjelasan kebijakan yang masuk akal malah tak sampai ke permukaan. Politik akhirnya berubah menjadi kompetisi adrenalin siapa yang paling bikin gaduh, dialah yang paling dilihat. Bukan siapa yang paling layak didengar.

Kebisingan ini bukan sekadar mengganggu; ia melelahkan. Banyak anak muda yang tadinya semangat mengikuti isu politik kini memilih menjauh. Bukan karena mereka apatis, tapi karena terlalu banyak drama yang tidak ada ujungnya. Politik terasa seperti reality show yang tidak pernah tamat. Ketika yang ditampilkan lebih banyak konflik daripada solusi, wajar jika publik akhirnya memilih menutup telinga.

Masalahnya, kebisingan membuat kita kehilangan kemampuan untuk memilah. Kita terbiasa menelan isu paling viral, bukan isu paling penting. Kita bereaksi lebih cepat daripada berpikir. Kita ikut emosi sebelum memastikan konteks. Demokrasi yang seharusnya memberi ruang dialog justru berubah menjadi ajang adu volume.

Padahal politik seharusnya bukan soal siapa yang paling ribut. Politik seharusnya memberi arah, bukan justru membuat kabur. Kita butuh jeda: ruang tenang untuk memahami isu, bukan hanya menontonnya berseliweran. Tanpa itu, kita hanya jadi penonton pasif di tengah pasar politik yang semakin sesak.

Mungkin sudah waktunya aktor politik menahan diri dari produksi konten berlebihan. Media pun perlu lebih bijak menilai mana yang layak diberi sorotan, bukan sekadar mana yang paling ramai. Dan publik, termasuk kita semua, perlu melatih literasi digital agar tidak tiap hari terseret arus kegaduhan.

Sebab demokrasi tidak dikuatkan oleh suara paling keras, tetapi oleh argumen paling jernih. Jika politik terus se-bising ini, yang hilang bukan hanya fokus kita tapi juga kesempatan kita memahami arah bangsa.

Mungkin, untuk sesaat saja, kita butuh mematikan volume. Bukan untuk mengabaikan politik, tetapi agar kita bisa kembali mendengarnya dengan benar.

Penulis: Muhammad Ikrom, Mahasiswa S1 KPI UIN MATARAM

 

About the Author

Lalu Rosmawan

Author

View All Posts

Post navigation

Previous: Jangan Salah! Simak Beda Servis dan Tune Up Motor
Next: Step Up dengan Generasi Terbaru, All New Honda Vario 125 Semakin Keren dan Sporti

Berita Terkait

IMG-20260122-WA0243
3 minutes read
  • Artikel/Opini

KAMMI LOTIM Mengecam Keras Tindakan Represifitas dan Mendesak POLDA NTB untuk Mengevaluasi KAPOLRES LOTIM

Lalu Rosmawan January 22, 2026 0
IMG-20260117-WA0197
3 minutes read
  • Artikel/Opini
  • Pendidikan

Mahasiswa KKN Desa Lelong Gelar Posyandu Ternak, Dorong Ekonomi Hijau di Desa Lelong

Lalu Rosmawan January 17, 2026 0
IMG-20260113-WA0030
2 minutes read
  • Artikel/Opini

Dorong Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKN UNRAM Sosialisasi Pupuk Cair dan Pestisida Nabati di Teniga

Lalu Rosmawan January 13, 2026 0

Baca juga

kop
3 minutes read
  • Ekonomi

Akselerasi Gerai Koperasi Merah Putih, Pemprov NTB Perkuat Sinergi Lintas Sektor

adminkampung January 30, 2026 0
IMG-20260130-WA0013
2 minutes read
  • Inspirasi Kampung

Inisiatif Mahasiswa KKN Unram Kelurahan Panjisari: Hidroponik sebagai Solusi Pangan Keluarga di Lahan Terbatas untuk Cegah Stunting

Lalu Rosmawan January 30, 2026 0
IMG-20260130-WA0011
2 minutes read
  • Inspirasi Kampung

Mahasiswa KKN PMD Unram Kelurahan Panji sari Ajak Warga Kembangkan UMKM Rengginang Kangkung

Lalu Rosmawan January 30, 2026 0
IMG-20260129-WA0014
2 minutes read
  • Inspirasi Kampung

Belum Nyatakan Sikap, Herianto Justru Jadi Figur Terkuat di Pilkades Bukit Perigi

Lalu Rosmawan January 29, 2026 0

SEKRETARIAT

Jl.Banda Sraya Gg.sakura No.5 Pondok Indah Kel.Pagutan Barat Kota Mataram
Nomor Kontak: 089637675034
Email: kampungmedia2008@gmail.com

Konsultan Media: Lombok Inisiatif – Akta Notaris Nomor 135 tanggal 14 Maret 2015.
Alamat: Jalan Bhanda Sraya 23 Griya Pagutan Indah Mataram.

REDAKSI
Publisher VIP (Visual Informasi & Publikasi) PRODUCTION & Lombok Kreatif.

Chief Executive Officer:
Asrobi Abdihi
Chief of Content:
Fakhrul Azhim
Manager Operations / Editor in Chief : Afifudin
Sekretaris Redaksi: Neneng Pebriana

TIM REDAKSI
Kepala Kampung / Pemred :
Asrobi Abdihi
Redaktur Pelaksana :
Fakhrul Azhim
Editor Senior : Ncep
Editor: Abdi, Achim Nadfia,
Reporter: Muhammad Safwan, Jumaili, Ncep

DEWAN PAKAR
Suaeb Qury, S.H.I.

KONTRIBUTOR
1. Muhammad Safwan (Kota Mataram)
2. Jumaili (Lombok Tengah)
3. Hasan Karing ( KM Brang Ene Sumbawa)
4. Adi Pradana (Kab.Bima)
5. Opick Manggelewa. KM Manggelewa (Dompu)
6. Joko KM Panto daeng Sumbawa
7. Ryan KM Gempar Bima
8. Faidin (KM kempo) Dompu
9. Alimuddin (KM Maluk) KSB
10. Randal Patisamba (KM Rampak Nulang)
11. Ibrahim Arifin (KM Rensing Bat) Lotim
12. Yakub (KM SasakTulen) Lobar
13. Alamsyah (KM Tembe Nggoli) Bima
14. M. Hariyadin (KM. Sarei Ndai Kota Bima
15. Andre Kurniawan (KM.Masbagik) Lotim
16. Ali Nurdin (KM. Taliwang) Sumbawa
17. Hajrul Azmi ( KM. Sajang Bawak Nao ) Loteng
18. Desa Wisata Masmas Loteng
19. Abdul Satar Lobar
20. Nurrosyidah Yusuf
21. Masyhuri (sambang kampung),
22. Joko Pitoyo,
23. Asep KM Lobar,
24. Abu Ikbal,
25. Romo.
26. Alin
27. Tawa,
28. Andi Mulyan Mataram,
29. Asri (KM Sukamulia),
30. Efan (Kampung Media Lengge Wawo-Bima)
31. Aulia Abdiana

Copyright © Kampung Media. | MoreNews by AF themes.