foto dari google
πππππ« ππππππ¬-Peresean sebagai olahraga tradisional suku Sasak memiliki banyak pepadu (petarung peresean) yang tersohor di kalangan masyarakat. Para pepadu itu pun dikenal dengan keganasan berbagai teknik pukulannya masing-masing yang dipertontonkan saat bertarung.
Para pepadu peresean yang sukses menorehkan namanya di bidang tersebut hingga digandrungi pencinta peresan punya julukan atau gelar unik hingga sangar. Tak hanya itu paguyuban preaseanpun punya nama-nama unik
Berikut nama-nama pepadu terkenal di pulau Lombok.
A. Berdasarkan tokoh dalam film dan tokoh preman
1. Arya Kamandanu alias Haji Rijal
2. Doraemon
3. Upin Ipin
4. Kamandaka
5. Arya Dwipangga
6. Hercules
7. Ferdy Sambo
8. Kelabang Geni
B. Berdasarkan tokoh dalam pewayangan maupun kerajaan
9. Gatot Kaca
10. Selandir
11. Adus Tamtanus
12. Patih Arya alias Lalu Heri Padli
13. Patih Benue
14. Pangeran Pasopati
15. Pangeran Pejanggik
16. Pangeran Sengkuni
17. Gajah Mada
13. Ken Arok
14. Demung Wire
C. Berdasarkan Alam
18. Angin Alus-Masβid
19. Ombak Tenang -Masβud
20. Angin Daye
21. Sinar Rinjani
22. Pangeran Pemecah Awan
23. Muter Jagad
24. Guntur Telu (Musti).
D. Berdasarkan Mahluk Ghaib
25. Siluman Montong Paok
26. Selak Marong (alm)
27. Selak Bunge
28. Selak Senaru
E. Berdasarkan Jenis Ayam
29. Serawah Perine
30. Serawah Semaya
31. Serawah Ombak Bakong – Jayadi
F. Berdasarkan seni
32. Legong Merembu
33. Joget Keruak
34. Joget Jempong
G. Lain-Lain
35. Cikar Rarat
36. Roda Gila
37. Walet Hitam
38. Peluru Nyasar
39. Pelor Mas
40. Sekar Kedaton
41. Galih Narmada
42. Pagah Teratak
43. Songgading
44. Bing Bayan
45. Urip Buteng
Adapun nama-nama Paguyuban presean tempat para pepadu bernaung antara lain :
1. Garuda Muda – Mataram
2. Sekar Bertaji Lingsar
3. Patih Alkas
4. Pusake Jati
5. Adi luhung – Jerowaru
6. Putra Pandawa
7. Paguyuban Parok Waja
Pepadu dalam proses pembentukannya menjalankan latihan fisik dan spiritual. Dahulu anak-anak melakukan latihan fisik sambil menggembala kambing atau kerbau dari pagi sampai sore hari. Pada saat ini di desa yang sudah memiliki sanggar atau paguyuban sudah melakukan pelatihan bagi anak-anak yang akan menjadi pepadu. (KK)
