Facebook: Kabar KaeLes
𝐊𝐚𝐛𝐚𝐫 𝐊𝐚𝐞𝐋𝐞𝐬-Masyarakat Suku Sasak Lombok masih tetap menjaga kearifan lokal sebagai bentuk mempertahankan tradisi dan budaya. Salah satu istilah yang sering digunakan adalah kata “tabeq”. Bahasa halusnya adalah “tabek walar”. Sedangkan “Betabek” merupakan bentuk kata kerjanya.
Betabek dalam suku Sasak adalah aturan yang tidak tertulis sebagai bentuk penghormatan kepada orang lain tanpa memandang status sosial maupun usia karena kata “tabeq” itu sendiri mengandung kata yang universal di semua kalangan masyarakat Lombok.
Kata “tabeq” merupakan kearifan lokal yang luar biasa yang menunjukkan kesantunan, kerendahan hati, empati dan sebuah rasa yang belum tentu bangsa-bangsa lain memilikinya.
Ungkapan ini digunakan sebagai bentuk penghormatan saat melintas di depan orang lain. Ucapan “tabeq” biasanya dibarengi dengan gerakan tangan kanan dengan sedikit membungkukkan badan sebagai bentuk sopan santun.
Dalam hal yang lebih luas, tradisi betabek juga sering dilakukan ketika memasuki hutan-hutan, menebang pohon, memulai suatu acara adat dengan tujuan agar mahluk-mahluk ghoib seperti Jin yang menghuni wilayah tersebut tidak merasa terganggu.
Begitu luhurnya nilai-nilai yang terkandung dalam perbuatan Betabek ini maka seyogyanya selalu dibudayakan sejak dini agar tidak tergerus budaya luar. (KK)
