SENANGGALIH, 20 Januari 2026 – Akses terhadap mushaf Al-Qur’an yang layak kini semakin mudah bagi warga Desa Senanggalih. Melalui program Pembinaan dan Pengajaran Al-Qur’an, mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram (Unram) berkolaborasi dengan Lembaga ABADI menyalurkan 58 mushaf Al-Qur’an baru untuk musala dan TPQ di wilayah Desa Senanggalih, Kec. Sambelia, Lombok Timur, pada Minggu (11/1/2026).
Program ini bertujuan untuk mengganti mushaf yang telah usang sekaligus memenuhi kebutuhan santri yang terus bertambah. Penyaluran dipusatkan di setiap musala di Desa Senanggalih dengan dihadiri oleh para ustaz, ustazah, serta santri setempat.
Berawal dari Hasil Observasi
Inisiatif ini muncul setelah mahasiswa KKN PMD Unram melakukan observasi lapangan. Mereka menemukan fakta bahwa banyak mushaf yang digunakan para santri dalam kondisi rusak, robek, dan tidak utuh. Di sisi lain, belum ada penambahan stok mushaf baru di beberapa tempat pengajian.
“Kami melihat semangat mengaji di Desa Senanggalih sangat tinggi, namun sarananya terbatas. Oleh karena itu, kami memprioritaskan desa ini sebagai penerima manfaat wakaf,” ujar Mardyan, salah satu anggota KKN PMD Unram.
Kepala Desa Senanggalih menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar pemberian fisik, melainkan dorongan moral bagi orang tua agar lebih giat mengirimkan anak-anak mereka ke taman pengajian.
Senada dengan hal tersebut, Ustaz Akbar, salah satu pengajar ngaji, mengungkapkan rasa harunya.
“Alhamdulillah, anak-anak sangat senang. Sekarang setiap anak bisa memegang mushaf sendiri untuk hafalan mereka. Ini adalah amanah yang akan kami jaga,” tuturnya.
Penyaluran ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an (Hafiz) dari Desa Senanggalih serta memperkuat nilai-nilai religi di tengah masyarakat.
