Mataram – Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Barat semakin dekat. Memasuki hitungan satu bulan menuju puncak perayaan, berbagai persiapan telah mulai dimatangkan dan sejumlah agenda resmi telah ditetapkan dalam rapat koordinasi panitia yang berlangsung di Ruang Rapat Kepala Dinas Koperasi UMKM Provinsi NTB, Senin (8/6/2026)
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Koperasi UMKM Provinsi NTB, H. Wirawan, dan dihadiri seluruh panitia Harkopnas yang berasal dari Dinas Koperasi UMKM NTB maupun Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) NTB. Kepanitiaan tersebut dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor: Skep/02/Dekopinwil-NTB/VI/2026 tentang Pembentukan Panitia Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Dalam arahannya, H. Wirawan menegaskan bahwa penyelenggaraan Harkopnas tahun ini memiliki nuansa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika selama ini Dinas Koperasi UMKM Provinsi NTB menjadi motor utama pelaksanaan kegiatan, maka pada tahun 2026 kepemimpinan penyelenggaraan dipercayakan kepada Dekopin sebagai organisasi gerakan koperasi.
“Perayaan Harkopnas tahun ini sedikit berbeda. Tahun-tahun sebelumnya yang menjadi leader adalah Dinas Koperasi Provinsi NTB. Tahun ini nahkodanya kita serahkan kepada yang seharusnya, yakni Dekopin sendiri. Alhamdulillah, panitia telah terbentuk dengan bidang-bidang yang cukup komprehensif,” ujar H. Wirawan.
Ia menjelaskan bahwa struktur kepanitiaan telah mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari sekretariat, upacara bendera, jalan sehat, temu bisnis, humas dan publikasi, penggalangan dana, perlengkapan, hingga apresiasi koperasi berprestasi.
Meski demikian, H. Wirawan mengingatkan bahwa waktu persiapan yang tersisa hanya sekitar satu bulan sehingga seluruh panitia dituntut bergerak cepat dengan langkah yang terukur dan progresif.
“Sesungguhnya waktu kita tinggal satu bulan. Oleh karena itu, persiapan yang matang dan langkah-langkah yang terukur harus mulai dijalankan dari sekarang. Saya pikir kita sudah cukup maju karena telah menyepakati item-item kegiatan yang akan dilaksanakan,” katanya.
Sejumlah agenda utama Harkopnas ke-79 NTB pun telah ditetapkan. Upacara bendera akan dilaksanakan pada 13 Juli 2026 di Kantor Gubernur NTB, sebuah agenda yang kembali digelar setelah tidak dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Selain itu, kegiatan jalan sehat dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 Juli 2026.
Rangkaian kegiatan lainnya meliputi pelantikan, rapat kerja, dan bincang bisnis pada 21 Juli 2026, kegiatan olahraga pada 15–17 Juli 2026, serta pemberian penghargaan bagi koperasi berprestasi yang proses penilaiannya telah dimulai dan akan diumumkan pada acara syukuran Harkopnas di Diskop UKM NTB tanggal 31 Juli 2026.
Lebih lanjut, H. Wirawan menekankan pentingnya koordinasi dan konsolidasi seluruh bidang kepanitiaan agar setiap program dapat berjalan sesuai target. Ia meminta masing-masing koordinator bidang segera menyusun tahapan kerja dan aksi nyata yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa pelaksanaan Harkopnas tahun ini tidak didukung anggaran APBD maupun APBN, sehingga keberhasilan kegiatan sangat bergantung pada partisipasi dan dukungan seluruh anggota Dekopin.
“Karena tidak ada APBD maupun APBN yang digunakan untuk menggerakkan kegiatan ini, maka partisipasi seluruh anggota Dekopin menjadi sangat penting. Pengelolaan anggaran sepenuhnya berada di ranah Dekopin, sedangkan Dinas Koperasi akan memberikan dukungan penuh dalam bentuk fasilitasi sarana dan prasarana,” tegasnya.
Dinas Koperasi UMKM NTB, lanjut H. Wirawan, siap memberikan dukungan fasilitas berupa ruang pertemuan, kantor, kendaraan operasional, maupun kebutuhan lain yang menunjang kelancaran pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan Harkopnas ke-79.
Melalui kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan gerakan koperasi, peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di NTB diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat eksistensi dan kontribusi koperasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Tim KM Mataram )
