Mataram – Semangat mencetak generasi muda yang mandiri dan berdaya saing terus digelorakan melalui pelatihan kewirausahaan. Time Pemerhati UMKM asal Jakarta, Petrina, bekerja sama dengan Dinas Koperasi UKM NTB melalui Pendamping PLUT KUMKM NTB Bidang Kelembagaan, Mahendrayani, menggelar Workshop Pastry dan Bakery bagi 16 anak muda dari Dusun Toro Aik, Desa Motong Ajan, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (3/8/2026).
Peserta pelatihan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa hingga wirausaha muda yang memiliki semangat untuk mengembangkan usaha di bidang kuliner. Kegiatan yang berlangsung di PLUT KUMKM NTB ini dirancang tidak hanya memberikan teori, tetapi juga mengedepankan praktik langsung agar peserta memperoleh pengalaman nyata dalam mengolah produk bakery dan pastry.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapat pendampingan teknis dari Suardi, guru Tata Boga SMKN 4 Mataram sekaligus dosen Universitas Mataram, yang membimbing secara langsung proses pembuatan donat dan berbagai aneka kue berbahan dasar tepung.
Selama pelatihan, peserta mempraktikkan teknik pengolahan berbagai bahan baku seperti tepung, pisang, cokelat, mentega, keju, meses, ragi, gula pasir, dan telur hingga menjadi produk pastry dan bakery yang memiliki nilai jual.
Pendamping PLUT KUMKM NTB Bidang Kelembagaan, Mahendrayani, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya membangun kapasitas generasi muda agar memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
“Melalui pelatihan berbasis praktik seperti ini, peserta tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga diharapkan mampu melihat potensi bisnis di sektor kuliner yang terus berkembang. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk memulai maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Petrina menilai bahwa penguatan keterampilan praktis merupakan salah satu langkah penting dalam mendorong lahirnya wirausaha muda yang kreatif dan inovatif. Menurutnya, sektor pastry dan bakery memiliki peluang pasar yang cukup besar apabila dikelola dengan kualitas produk yang baik dan strategi pemasaran yang tepat.
Workshop berlangsung dengan antusias. Para peserta aktif mengikuti setiap tahapan praktik, mulai dari proses pencampuran adonan, fermentasi, pembentukan, hingga penyajian produk akhir. Selain menghasilkan donat, peserta juga diperkenalkan pada berbagai variasi olahan bakery yang dapat dikembangkan sebagai produk usaha.
Melalui kolaborasi antara pemerhati UMKM, tenaga pendamping PLUT KUMKM NTB, dan tenaga ahli di bidang tata boga, diharapkan semakin banyak generasi muda yang memiliki keterampilan, keberanian berwirausaha, serta mampu menciptakan lapangan kerja baru di daerahnya masing-masing. (Tim KM Abdi Mataram)
