Mataram – Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Nusa Tenggara Barat (NTB) masa bakti 2025–2030 resmi dilantik dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di Aula Bank NTB Syariah, Selasa (21/7/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan koperasi melalui kolaborasi, profesionalisme, serta transformasi kelembagaan yang lebih modern dan berdaya saing.
Prosesi pelantikan dilakukan oleh Ketua Harian Dekopin mewakili Ketua Umum Dekopin. Turut hadir Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal, jajaran Bank NTB Syariah, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Perum Bulog, Sejumlah Kepala Dinas Lingkup Pemeprov NTB pimpinan perguruan tinggi, pelaku usaha, serta insan gerakan koperasi se-NTB.
Dalam sambutannya, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi menegaskan bahwa koperasi merupakan wujud nyata semangat sinergi dan kolaborasi sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Menurutnya, di tengah dinamika ekonomi saat ini, tidak ada lagi ruang bagi usaha yang berjalan sendiri tanpa membangun kemitraan.
“Koperasi harus menjadi pilihan generasi muda. Kita perlu melakukan revitalisasi sehingga koperasi tidak lagi dipandang sebagai organisasi orang tua, tetapi menjadi wadah usaha yang menarik bagi generasi milenial dan Gen Z,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal menyebut koperasi sebagai “soko guru” perekonomian Indonesia yang harus diperkuat melalui tata kelola profesional dan perubahan citra di tengah masyarakat.
Ia menilai kontribusi koperasi Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih relatif rendah dibandingkan negara-negara maju. Karena itu, peningkatan kualitas manajemen dan penguatan tata kelola menjadi langkah strategis agar koperasi mampu tumbuh sebagai kekuatan ekonomi yang kompetitif.
“Pemerintah Provinsi NTB akan terus mendorong lahirnya manajer-manajer koperasi yang profesional serta melakukan rebranding koperasi agar kembali dipercaya masyarakat sebagai model usaha modern, sehat, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ketua Dekopinwil NTB yang baru dilantik, Anis Mudjahid Akbar, menyampaikan komitmennya menjadikan Dekopinwil sebagai rumah besar gerakan koperasi yang adaptif, progresif, dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.
Untuk memperkuat peran dan mempercepat kemajuan Dekopinwil NTB ke depan, organisasi ini juga mengambil langkah konkret melalui penguatan kemitraan lintas sektor. Sejumlah nota kesepahaman (MoU) telah ditandatangani bersama berbagai lembaga strategis sebagai bentuk komitmen membangun ekosistem koperasi yang lebih kuat dan berdaya saing. Kemitraan tersebut melibatkan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Bank NTB Syariah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Perum Bulog, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), serta sejumlah mitra dari sektor swasta dan kalangan akademisi.
“Kami ingin menghadirkan Dekopinwil sebagai pusat kolaborasi yang menghubungkan koperasi dengan pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, perguruan tinggi, teknologi, serta berbagai sumber pembiayaan. Kolaborasi inilah yang akan menjadi fondasi kemajuan koperasi NTB lima tahun ke depan,” kata Anis.
Anis menegaskan, kerja sama tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi akan diwujudkan dalam berbagai program nyata yang menyentuh kebutuhan koperasi, mulai dari perluasan akses pembiayaan, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, transformasi digital, hingga pengembangan jejaring bisnis. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan perguruan tinggi, Dekopinwil NTB optimistis mampu melahirkan koperasi-koperasi yang sehat, profesional, dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, potensi koperasi NTB sangat besar di berbagai sektor mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, pariwisata hingga ekonomi kreatif. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan seperti akses pembiayaan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi, hingga perluasan jejaring usaha.
Ia menambahkan, kegiatan hari ini tidak hanya diisi dengan pelantikan, tetapi juga Bincang Bisnis Koperasi dan Rapat Kerja Dekopinwil NTB sebagai langkah awal menyusun arah kebijakan organisasi periode 2025–2030.
Rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026, yang akan dilanjutkan dengan berbagai agenda, termasuk Jalan Sehat pada 25 Juli 2026.
Melalui momentum tersebut, Dekopinwil NTB bersama Pemerintah Provinsi NTB berharap lahir semangat baru dalam membangun koperasi yang modern, inklusif, profesional, serta mampu menjadi pilar utama penguatan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Tim KM Abdi Mataram)
