Sambutan Ketua DPRD Lombok Utara Agus Jasmani: "Mahasiswa Adalah Mitra Strategis Pemerintahan".
TANJUNG, LOMBOK UTARA — Ketua DPRD Kabupaten Lombok Utara Agus Jasmani mengajak Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII untuk berkolaborasi aktif dengan pemerintah daerah dalam membangun Kabupaten Lombok Utara yang maju, berdaya saing, dan sejahtera. Ajakan tersebut disampaikan dalam pembukaan Konferensi Cabang PMII Lombok Utara ke-3 yang digelar Sabtu, 5 September 2026 di Aula Kantor DPRD Lombok Utara.
Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Peradaban, Menuju Kemandirian Organisasi” itu dihadiri lebih dari 200 kader PMII se-Lombok Utara, unsur Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, serta alumni PMII.
Dalam sambutannya, Agus Jasmani menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah dan DPRD. Peran organisasi kemahasiswaan seperti PMII sangat strategis sebagai mitra kritis, mitra intelektual, dan mitra gerakan.
“PMII adalah organisasi kader. Kader berarti ditempa, dididik, dan disiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan. Kami di DPRD sangat terbuka. Pintu DPRD adalah pintu rakyat. Mari kita duduk bersama, berdiskusi, dan merumuskan kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat Lombok Utara,” ujar Agus Jasmani di hadapan peserta konferensi.
Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan dan Kontrol Sosial
Lebih lanjut, politisi senior asal Partai Gerindra itu memaparkan tiga peran utama mahasiswa di tengah pemerintahan daerah. Pertama, sebagai agen of change atau agen perubahan. Menurutnya, mahasiswa memiliki idealisme, energi, dan pemikiran segar yang dibutuhkan untuk memutus rantai persoalan klasik di daerah seperti kemiskinan, stunting, dan pengangguran.
“Kita punya potensi luar biasa. Wisata, pertanian, peternakan, kelautan. Tapi kalau tidak ada anak muda yang mau turun, mau berpikir, mau mengawal, maka potensi itu hanya akan jadi wacana. Saya butuh PMII untuk mengawal program-program pro rakyat agar tepat sasaran,” tegasnya.
Kedua, sebagai agen of control atau kontrol sosial. Agus meminta PMII tidak ragu mengkritisi kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Namun kritik itu harus konstruktif, berbasis data, dan disampaikan melalui jalur dialog.
“Kritik itu vitamin bagi demokrasi. Tapi kritik yang membangun. Datang ke DPRD, bawa datanya, bawa solusinya. Jangan hanya teriak di luar. Kita buka ruang audiensi selebar-lebarnya untuk PMII,” ujarnya.
Ketiga, sebagai agen of intellectual. Ketua DPRD mendorong PMII untuk menjadi pusat kajian dan think tank bagi pemerintah daerah. Isu-isu seperti pengelolaan Dana Desa, pengembangan UMKM, pariwisata halal, hingga mitigasi bencana di KLU membutuhkan kajian akademik dari kampus dan organisasi mahasiswa.
Fokus Kolaborasi: Ekonomi, Pendidikan, dan Pemuda
Agus Jasmani merinci beberapa bidang prioritas yang bisa dikolaborasikan dengan PMII ke depan.
1. Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Lombok Utara memiliki banyak potensi lokal mulai dari pertanian tembakau, kopi, bawang, hingga UMKM tenun dan kuliner. Ia mengajak PMII melalui gerakan KOPRI dan bidang ekonomi untuk membantu mendampingi UMKM, membuat pelatihan digital marketing, dan mengawal program BUMDes agar lebih produktif.
“Kita tidak mau UMKM hanya jadi seremonial. Harus naik kelas. Di sinilah peran mahasiswa. Bantu mereka go digital, bantu mereka akses permodalan, bantu mereka masuk pasar,” katanya.
2. Peningkatan Kualitas Pendidikan
Agus menyoroti masih adanya kesenjangan akses pendidikan di wilayah utara dan pesisir. Ia mengapresiasi program pengabdian PMII berupa sekolah literasi dan taman baca di desa-desa. DPRD siap mendukung melalui alokasi anggaran Pokir dan kemitraan dengan Dinas Pendidikan.
3. Pemberdayaan Pemuda dan Pencegahan Kenakalan Remaja
Tingginya angka kenakalan remaja dan pengaruh narkoba menjadi perhatian serius. Ia meminta PMII bersama KNPI dan Karang Taruna membuat gerakan positif, seperti pelatihan kewirausahaan, olahraga, dan kegiatan keagamaan untuk membentengi generasi muda.
“Jangan biarkan pemuda kita menganggur tanpa arah. Beri mereka kegiatan, beri mereka harapan. PMII punya jaringan sampai ke desa. Gunakan itu untuk kebaikan,” ucapnya.
Dukungan DPRD untuk PMII
Sebagai bentuk komitmen, Agus Jasmani menyatakan DPRD Lombok Utara siap mendukung kegiatan-kegiatan positif PMII. Dukungan itu bisa berupa fasilitasi ruang diskusi di DPRD, bantuan hibah untuk kegiatan sosial, hingga pelibatan kader PMII dalam kegiatan reses dan hearing bersama masyarakat.
“Kami ingin PMII tidak hanya hadir saat konferensi. Tapi hadir setiap saat. Jadi mata dan telinga masyarakat. Sampaikan aspirasi rakyat kepada kami. Kami butuh itu untuk membuat kebijakan yang lebih baik,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa 2026 adalah tahun penting menjelang tahun politik. Oleh karena itu stabilitas daerah harus dijaga bersama. PMII diminta menjadi perekat persatuan dan penangkal hoaks serta politik identitas.
“Jaga Lombok Utara tetap kondusif. Kita berbeda pilihan boleh, tapi tujuan kita sama: membangun KLU yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” tambahnya.
Ketua Cabang PMII KLU Siap Bersinergi
Sementara itu, Ketua Cabang PMII Lombok Utara periode 2025 Sahabat Sofian Hakiki, dalam laporannya menyampaikan bahwa konferensi cabang ke-3 ini menjadi momentum regenerasi dan evaluasi gerakan. Selama satu periode, PMII KLU telah menjalankan berbagai program seperti Sekolah Kader, Bakti Sosial, Diskusi Publik, dan pendampingan desa.
“Kami menyambut baik ajakan Bapak Ketua DPRD. PMII siap menjadi mitra strategis. Kami tidak ingin hanya jadi penonton pembangunan. Kami ingin terlibat langsung, mengawal, dan memberi kontribusi nyata,” ujarnya.
Ia berharap ke depan ada Memorandum of Understanding antara DPRD dan PMII agar kolaborasi berjalan lebih sistematis dan terukur.
Acara pembukaan ditutup dengan pemukulan palu sidang oleh Ketua DPRD dan pembacaan doa oleh tokoh agama. Suasana berlangsung khidmat dan penuh semangat kekeluargaan.
Harapan ke Depan
Konferensi Cabang PMII ke-3 ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari dan akan memilih ketua cabang baru periode 2026-2027, serta merumuskan rekomendasi organisasi untuk 1 tahun ke depan.
Ajakan kolaborasi dari Ketua DPRD ini menjadi angin segar bagi gerakan mahasiswa di Lombok Utara. Di tengah tantangan pembangunan pasca pemulihan ekonomi dan bencana, sinergi antara pemerintah, legislatif, dan mahasiswa diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Lombok Utara yang maju, mandiri, dan sejahtera.
“Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Mahasiswa tidak bisa jalan sendiri. Kita harus jalan bersama. Untuk KLU yang kita cintai,” pungkas Agus Jasmani. (Tim KM M.Yakub,S.HI
