Astra Motor NTB terus menggencarkan kampanye keselamatan berkendara demi menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Kali ini, kegiatan edukasi Safety Riding digelar pada malam hari di Dealer MPM Motor Honda Mataram, Jumat (15/05/2026), dengan melibatkan komunitas yang tergabung dalam Paguyuban Honda Asosiasi Lombok.
Instruktur Safety Riding Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum penting karena menghadirkan materi terbaru dari Astra Honda Motor (AHM) yang pertama kali diluncurkan di NTB.
“Ini adalah materi baru yang baru saja di-refresh oleh AHM. Kalau sebelumnya lebih fokus pada teknik berkendara, sekarang lebih mengarah pada bagaimana cara mengendalikan emosi saat berada di jalan raya,” ujarnya kepada wartawan.
Menurut Satria, komunitas motor Honda dipilih karena dianggap sebagai role model keselamatan berkendara di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa komunitas Honda bukan sekadar kelompok pengendara biasa, melainkan bagian dari gerakan kampanye keselamatan berlalu lintas bersama kepolisian.
“Kami ingin menunjukkan bahwa klub motor Honda di NTB tetap menjunjung keselamatan berkendara. Kami bukan geng motor yang berkendara tanpa aturan. Kami memiliki aturan dan bersama kepolisian terus melakukan campaign safety riding di jalan raya,” tegasnya.
Materi pengendalian emosi ini muncul setelah Astra Motor NTB melakukan evaluasi tahunan terhadap peserta Safety Riding dan konsumen Honda melalui kuisioner serta program “Kuis Cari Aman”. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa faktor emosi menjadi salah satu penyebab dominan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
“Contohnya saat pengendara tidak sabar ingin menyalip kendaraan lain, emosinya meningkat lalu memacu motor secara berlebihan hingga akhirnya terjadi kecelakaan. Bahkan persoalan kecil seperti membunyikan klakson juga bisa memicu emosi pengguna jalan lain,” jelas Satria.
Karena itu, Astra Motor NTB kini menekankan pentingnya pengelolaan emosi, khususnya bagi kalangan muda yang dinilai rentan terpancing saat berkendara.
“Kalau emosi sedang tinggi, lebih baik berhenti dulu. Istirahat, minum kopi, tenangkan diri. Kalau berkendara dengan nyaman tanpa emosi, kita bisa selamat sampai tujuan,” katanya.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 peserta dan terbuka bagi seluruh anggota komunitas Honda di NTB. Sementara untuk kegiatan bersama kepolisian, Astra Motor NTB dijadwalkan kembali menggelar edukasi Safety Riding di salah satu pondok pesantren di Lombok Utara.
Salah seorang peserta dari komunitas CRF Supermoto Lombok, Ardy mengaku materi terbaru tentang pengendalian emosi sangat relevan dengan kondisi pengendara saat ini, terutama di kalangan pelajar.
“Sekarang motor sudah jadi hal biasa buat anak sekolah. Padahal emosinya belum stabil. Kadang digeber sedikit langsung terpancing, balapan, akhirnya tidak menjaga keselamatan sendiri,” ujarnya.
Ardy bahkan menilai peran orang tua sangat penting untuk mencegah kecelakaan di usia muda.
“Kalau memang belum siap secara emosi, sebaiknya jangan dulu diberikan motor. Lebih baik diantar orang tua atau jalan kaki kalau dekat. Sekarang juga sudah ada transportasi online,” katanya.
Ia berharap kegiatan Safety Riding seperti ini terus dilakukan agar masyarakat, terutama orang tua dan generasi muda, semakin sadar pentingnya keselamatan dan pengendalian diri saat berkendara.
“Sekarang kesadaran pakai helm sudah jauh lebih baik. Helm bukan lagi dianggap jelek, tapi malah jadi keren. Artinya safety riding sudah membawa dampak positif,” pungkasnya.
Selain mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara, Astra Motor NTB juga mengajak konsumen setia Honda untuk rutin melakukan perawatan kendaraan.
Melalui layanan Honda Care NTB, konsumen bisa mendapatkan bantuan darurat saat mengalami kendala di jalan maupun di rumah melalui WhatsApp di nomor 0877-7990-8000.
Sementara itu, aplikasi Motorku X juga hadir dengan berbagai fitur layanan untuk memudahkan konsumen Honda mendapatkan informasi servis, booking service, hingga promo menarik lainnya. (Tim KM Abdi Mataram)
